{"id":9345,"date":"2020-03-26T17:16:53","date_gmt":"2020-03-27T00:16:53","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9345"},"modified":"2020-03-26T17:16:53","modified_gmt":"2020-03-27T00:16:53","slug":"hari-biasa-pekan-iv-prapaskah-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9345","title":{"rendered":"Hari Biasa Pekan IV Prapaskah"},"content":{"rendered":"\n<p><a><strong>Yohanes 7: 1-2.10.25-30<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jumat, 27 Maret 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Daya\njebak hormat dan puji.<\/strong> Yohanes\nmemberikan gambaran tentang Yesus yang \u201ctidak mau tetap\ntinggal di Yudea\u201d dengan alasan \u201cdi sana\norang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.\u201d Yohanes\ntidak mengatakan bahwa Dia <strong>tidak berani<\/strong>, tetapi bahwa Dia <strong>tidak<\/strong> <strong>mau tetap tinggal<\/strong> di Yehuda. Dia\nmenolak tinggal di Yehuda bukan karena takut mati, melainkan Ia bersikap <strong>hati-hati<\/strong>\nkarena waktu-Nya belum tiba. Saudara-saudaranya sebenarnya memberi saran agar\nYesus pergi ke Yerusalem (bersama mereka), tetapi Yesus tidak mau. Saran mereka\nlogis dari sisi pemasaran. Mereka menyakinkan Yesus bahwa jika Ia ingin\nmempunyai banyak pengikut, Ia harus mendemonstrasikan sesuatu yang dapat\nmeyakinkan banyak orang: &#8220;Berangkatlah dari sini\ndan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang\nEngkau lakukan. Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi,\njika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian,\ntampakkanlah diri-Mu kepada dunia.&#8221;&nbsp;\n(ayat 3-4). <em>Menurut mereka, sekaranglah\nwaktu yang paling tepat<\/em>, yaitu saat Yerusalem sedang dalam suasana perayaan\nPondok Daun karena semua orang Yahudi dari penjuru dunia sedang hadir di sana. <strong>Di balik sikap mereka ini ada kepentingan diri sendiri.<\/strong> <strong>Mereka berharap bahwa jika Dia berhasil tampil hebat, maka mereka, yang\nadalah saudara-saudara-Nya, akan ikut dihormati oleh orang banyak karena Dia. <\/strong>Dia\nsama sekali tidak tertarik mencari kehormatan dari manusia. Dia tidak mau pergi\nbersama mereka yang hendak membuat Dia memamerkan diri. Dia tidak akan\nmengikuti godaan itu. Yesus telah menetapkan sikap bahwa Dia belum mau pergi ke\npesta itu, dan karena waktunya belum tiba. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita,\nsebagai pengikut Kristus, haruslah bersikap <strong>teguh<\/strong> dan tidak <strong>cepat\ngoyah<\/strong> saat berhadapan dengan \u201ciming-iming\u201d atau tawaran popularitas dan\nkehormatan ala dunia. Di lain sisi, kita diajak untuk bercermin dari\nsaudara-saudara Yesus yang ingin mencari popolaritas dan kekormatan dengan cara\n\u201cikut menumpang\u201d popularitas Yesus yang hari-hari ini memasuki masa penderitaan\ndan kematian. Semoga sumbang sih yang kita lakukan pada hari-hari ini, yaitu\npada saat banyak orang menderita bahkan menghadapi kematian akibat Virus\nCorana, tidak menjadikan situasi ini sebagai ajang pencarian popularitas dan\nkehormatan. Pada masa-masa ini mari kita berdoa bagi para dokter dan perawat\nserta petugas kesehatan lainnya yang tanpa keinginan mencari hormat dan puji\ntelah berada di garda depan untuk melayani sesama.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\"><strong>&nbsp;<\/strong><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>2. Allah mempunyai waktu-Nya sendiri. <\/strong>\u201cSesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, <strong>tidak terang-terangan tetapi diam-diam<\/strong>.\u201d<strong> Seolah-olah Ia menyembunyikan diri-Nya sendiri<\/strong>.Ia pergi secara sembunyi-sembunyi, karena Ia <em>tidak mau membangkitkan amarah pihak penguasa<\/em>. Ia pergi ke pesta Pondok Daun itu, karena pesta itu merupakan kesempatan untuk memuliakan Allah dan berbuat baik. Ia ingin pekerjaan Allah dilakukan <strong>tanpa menimbulkan keributan.<\/strong> Yesus, yang mengetahui semua orang dan segala sesuatu, tahu bahwa waktu yang paling baik dan paling sesuai untuk menunjukkan diri-Nya adalah pada <strong>pertengahan perayaan<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita boleh melakukan pekerjaan Allah <strong>secara sembunyi-sembunyi<\/strong>, <strong>namun untuk sesuatu yang baik dan benar. Kita<\/strong>, yang tidak tahu apa-apa dan tidak berpikir panjang, <strong>cenderung mau mengatur Allah<\/strong>, dan berpikir bahwa Dia harus membebaskan umat-Nya, dan karena itu Ia harus menunjukkan diri-Nya sekarang juga. Hal ini berlaku juga pada saat dunia sedang mengalami pandemi Corona. Bagi <strong>kita<\/strong> inilah saatnya, tetapi <strong><em>Dialah yang paling layak untuk menentukan, dan mungkin saja saat in<\/em><\/strong>i <strong>waktu-Nya belum tiba<\/strong>. Umat-Nya belum siap untuk dibebaskan, dan musuh-musuh-Nya belum sampai waktunya untuk dihancurkan. Oleh karena itu, marilah kita menunggu <strong>waktu-Nya<\/strong> dengan sabar, sebab semua yang dilakukan-Nya akan tampak paling mulia pada waktunya.<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">&nbsp;<\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">&nbsp;<\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yohanes 7: 1-2.10.25-30 Jumat, 27 Maret 2020 1. Daya jebak hormat dan puji. Yohanes memberikan gambaran tentang Yesus yang \u201ctidak mau tetap tinggal di Yudea\u201d dengan alasan \u201cdi sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.\u201d Yohanes tidak mengatakan bahwa Dia tidak berani, tetapi bahwa Dia tidak mau tetap tinggal di Yehuda. Dia menolak tinggal di Yehuda bukan karena takut mati, melainkan Ia bersikap hati-hati karena waktu-Nya belum tiba. Saudara-saudaranya sebenarnya memberi saran agar Yesus pergi ke Yerusalem (bersama mereka), tetapi Yesus&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9345\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9345","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9345"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9345\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9346,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9345\/revisions\/9346"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}