{"id":9386,"date":"2020-04-01T14:28:00","date_gmt":"2020-04-01T21:28:00","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9386"},"modified":"2020-04-01T07:31:25","modified_gmt":"2020-04-01T14:31:25","slug":"2-april-2020","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9386","title":{"rendered":"2 April 2020"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bacaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 8:51-59<\/p>\n\n\n\n<p> <em><strong>8:51<\/strong>\u00a0Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut<sup>\u00a0e\u00a0<\/sup>\u00a0sampai selama-lamanya.&#8221;\u00a0<strong>8:52<\/strong>\u00a0Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: &#8220;Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.<sup>\u00a0f\u00a0<\/sup>\u00a0Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata:\u00a0Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.\u00a0<strong>8:53<\/strong>\u00a0Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham,<sup>\u00a0g\u00a0<\/sup>\u00a0yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?&#8221;\u00a0<strong>8:54<\/strong>\u00a0Jawab Yesus:\u00a0&#8220;Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri,<sup>\u00a0h\u00a0<\/sup>\u00a0maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku,<sup>\u00a0i\u00a0<\/sup>\u00a0tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,\u00a0<strong>8:55<\/strong>\u00a0padahal kamu tidak mengenal Dia,<sup>\u00a0j\u00a0<\/sup>\u00a0tetapi Aku mengenal Dia.<sup>\u00a0k\u00a0<\/sup>\u00a0Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.<sup>\u00a0l\u00a0<\/sup>\u00a0<strong>8:56<\/strong>\u00a0Abraham<sup>\u00a0m\u00a0<\/sup>\u00a0bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya<sup>\u00a0n\u00a0<\/sup>\u00a0dan ia bersukacita.&#8221;\u00a0<strong>8:57<\/strong>\u00a0Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: &#8220;Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat <\/em>Abraham?&#8221;\u00a0<em><strong>8:58\u00a0<\/strong>Kata Yesus kepada mereka:\u00a0&#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi,<sup>\u00a0o\u00a0<\/sup>\u00a0Aku telah ada.<sup>\u00a0p\u00a0<\/sup>&#8220;<strong>\u00a08:59<\/strong>\u00a0Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia;<sup>\u00a0q\u00a0<\/sup>\u00a0tetapi Yesus menghilang<sup>\u00a0r\u00a0<\/sup>\u00a0dan meninggalkan Bait Allah. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Renungan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>(Krisis virus corona bisa membuat orang panik dan tidak sadar siapakah yang dia ikuti \u2026)<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hidup beriman, Abraham adalah semacam \u201carchetype\u201d-nya. Karena imannya pada Alah, Abraham menjadi bapa segala bangsa. Dalam dia segala bangsa menimba inspirasi hidup. Dengan kata lain, Abraham bukan sekedar tokoh di masa lalu, tetapi pribadi beriman yang melampaui ruang dan waktu dan masih hidup dalam hati para bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi kaum Yahudi, Abraham adalah nabi besar dan Bapa leluhurnya. Allah memberikan janjiNya kepada Abraham dan keturunannya, dan itu artinya bangsa Israel. Bangsa Yahudi sangat sadar akan dirinya sebagai bangsa terpilih yang mewarisi janji Allah itu. Mereka mengingatnya sebagai Bapa leluhur. Yesus menegur mereka karena memakai Abraham sebagai topeng, sementara perilaku mereka berlawanan dengan sikap Abraham.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Yesus, Allah yang memanggil dan memberi janji pada Abraham adalah Allah yang sama yang kini Dia taati sebagai Bapa, Allah Pencipta. Inilah Allah yang sama yang memanggil Musa dan membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir. Allah memperkenalkan diri sebagai AKU ADALAH AKU. Yesus mewarisi iman dalam sejarah keselamatan yang panjang ini. Hingga kini, Allah yang sama tetap memanggil dan menyertai manusia. Dalam konteks ini Abraham tetap hidup karena mendengarkan sabda Allah dan mentaatinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kehidupan yang benar hanya terjadi dalam kesatuannya dengan Allah yang terus mencipta ini. Kita dicipakan menurut citraNya, tapi citra Allah dalam diri kita pun belum selesai, dan kini Dia mengajak kita untuk menyelesaikannya. Maka seluruh pemikiran dan perilaku kita menjadi ungkapan kerjasama dengan Allah yang terus berkarya ini. Itulah cara Yesus dan para muridNya memuliakan Bapa. Bagi Yesus, tidak ada istilah cukup bagi siapapun yang mau memuliakan Allah dalam hidupnya. Selalu ada cara yang lebih baik bagiNya. Mentalitas minimalis yang puas dengan ala kadarnya, bukanlah cara Yesus.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai muridNya, kita terlibat memuliakan Bapa di dalam Yesus Kristus. Abraham menjadi modelnya. Cabang dan ranting hanya akan hidup dan berbuah kalau masih erat menyatu dengan pohonnya (Yoh. 15: 1-8). Dialah roti hidup yang memberi stamina batin dan rohani dalam perziarahan hidup ini&#8230; Itulah sebabnya, selagi kita masih bisa bekerja, pastikan bahwa kesibukan itu menghasilkan kualitas yang akan tahan sampai hidup abadi (Yo.6:27).<\/p>\n\n\n\n<p>Rahmat Tuhan cukup untuk bekerja bersama Tuhan di dunia yang penuh ketidakpastian ini dan menjadikan kita masing-masing murid Yesus yang setia dan bertanggungjawab. Tuhan memang tidak pernah memberikan rahmat untuk diri sendiri. Setiap anugerah diberikan kepada kita untuk dibagikan pada sesama untuk membangun komunitas persaudaraan. Itulah pelayanan. Itulah cara bekerjasama dengan Tuhan yang terus berkarya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan hanya itulah caranya kita mengelola hidup ini agar tumbuh dan berbuah sampai kehidupan kekal. Rahmat yang berhenti pada diri sendiri untuk melayani selera dan nafsu, maka rahmat itu dengan cepat akan berubah menjadi racun yang mematikan diri kita dan sesama \u2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Yohanes 8:51-59 8:51\u00a0Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut\u00a0e\u00a0\u00a0sampai selama-lamanya.&#8221;\u00a08:52\u00a0Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: &#8220;Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.\u00a0f\u00a0\u00a0Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata:\u00a0Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.\u00a08:53\u00a0Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham,\u00a0g\u00a0\u00a0yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?&#8221;\u00a08:54\u00a0Jawab Yesus:\u00a0&#8220;Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri,\u00a0h\u00a0\u00a0maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku,\u00a0i\u00a0\u00a0tentang siapa kamu&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9386\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9386","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9386"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9388,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9386\/revisions\/9388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}