{"id":9399,"date":"2020-04-06T07:22:55","date_gmt":"2020-04-06T14:22:55","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9399"},"modified":"2020-04-06T07:22:55","modified_gmt":"2020-04-06T14:22:55","slug":"ketulusan-dan-pengurbanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9399","title":{"rendered":"KETULUSAN    DAN PENGURBANAN"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Yohanes    12:1-11 <\/strong>    Dikisahkan  dalam   Injil   ketika  Yesus   mengunjungi     Maria,  Marta   dan Lazarus dalam   keluarga    mereka. Yesus   disambut    dengan  suka-cita,  dan bahkan  Maria   memberanikan    diri    untuk   mengungkapkan   rasa    syukur  dan bahagia-nya dengan  mengambil   minyak  Narwastu    yang    mahal   harganya    300 dinar.  Kalau   dalam   rupiah  bisa    sekitar 30  juta,   dengan  asumsi  1   dinar   upah    pekerja sehari, sama    dengan  100 ribu    rupiah  sehari. (Bisa   lihat   Mat 20:2    ;\u201c\u2026 Setelah ia  sepakat dengan  pekerja-pekerja itu mengenai    upah    sedinar sehari\u2026\u201d).  Uang    sebanyak    itu dipakai Maria   untuk   meminyaki   kaki    Yesus   dan menyeka dengan  rambutnya.  Yudas   Iskariot    protes  seakan-akan ia  berpihak    pada    orang   miskin  dan kenyataannya    ia  sering  mencuri uang    dari    uang    kas yang    ia  bawanya (Yoh    12:5-6).    Dari    pihak   Yesus   sendiri tidak   mempersoalkan   apa yang    dilakukan   oleh    Maria   terhadap    diri-Nya.   Disini  kita    melihat,    pertama soal    kebiasaan   bersandiwara    yang    bisa    dipakai untuk   menutupi    kekurangan  dan dosa.   Yudas   mau mengambil   simpatik    dengan  kata-kata   yang    manis   dan bijaksana,  namun   hati    dan yang    dilakukan-nya   dibelakang  yang    sangat  beda.   Ya  inilah  \u201csandiwara\u201d yang    sering  juga    terjadi dalam   relasi  antar   manusia.    Oleh    karena  itu tidak   cukup   seseorang   bisa    dikenal jika    hanya   dilihat dari    kata-kata   yang    keluar  dari    mulutnya.       Untuk   tahu    apa yang    didalam hati    dan pikiran,    tidak   mudah   dan sering  kali    terjadi banyak  orang   tertipu dengan  apa yang    dikatakan   dengan  manis   dan dengan  pilihan kata    yang    amat    bijak.  Oleh    karena  itu akan    lebih   bijaksana   jika    tidak   menilai seseorang   hanya   dari    kata-katanya    saja.       Hal kedua,      cara    melihat nilai   dari    suatu   perbuatan   bisa    dilihat dari    besar\/kecilnya  ketulusan   dan pengurbanan .   Hal itu berarti semakin besar   ketulusan   dan pengurbannya,   semakin tinggi  nilainya.   Oleh    karena  itu Yesus   menghargai  apa yang    dilakukan   Maria,  sekalipun   ada dari    pihak   lain    melihat hal itu adalah  suatu   pemborosan. Maria   memiliki    ketulusan   dalam   mengungkapkan   kasih   dan syukur-nya  kepada  Tuhan   Yesus   dan karena  itu ia      berani  berkurban   dengan  apa yang    ia  miliki. Ketulusan   itu berarti niat,   tujuan  atau    kehendak    yang    baik    ketika  seseorang   bertindak.  Sementara   berkurban   adalah  kerelaan    untuk   memberi dan mempersembahkan sesuatu yang    berharga    bagi    orang   yang    dikasihi.   Dari    kisah   Injil   tersebut    kita    semakin mengenal    siapa   Yesus   Kristus.    Dia sungguh menghargai  setiap  usaha   manusia untuk   semakin dekat   dengan-Nya. Ketika  seseorang   memiliki    kedekatan   dan cinta   kepada  Tuhan,  maka    ia  akan    selalu  ingin   memberikan  apa yang    terbaik untuk   Tuhan,  yaitu   ketulusan   hati,   pengurbanan dan kesetiaan.          Paroki  St. Mortfort    Serawai,    ditulis oleh    Rm  Aloysius    Didik   Setiyawan   CM  <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yohanes 12:1-11 Dikisahkan dalam Injil ketika Yesus mengunjungi Maria, Marta dan Lazarus dalam keluarga mereka. Yesus disambut dengan suka-cita, dan bahkan Maria memberanikan diri untuk mengungkapkan rasa syukur dan bahagia-nya dengan mengambil minyak Narwastu yang mahal harganya 300 dinar. Kalau dalam rupiah bisa sekitar 30 juta, dengan asumsi 1 dinar upah pekerja sehari, sama dengan 100 ribu rupiah sehari. (Bisa lihat Mat 20:2 ;\u201c\u2026 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari\u2026\u201d). Uang sebanyak itu dipakai Maria untuk&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9399\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9399","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9399"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9400,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9399\/revisions\/9400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}