{"id":9423,"date":"2020-04-13T07:30:21","date_gmt":"2020-04-13T14:30:21","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9423"},"modified":"2020-04-13T07:30:21","modified_gmt":"2020-04-13T14:30:21","slug":"pengharapan-karena-iman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9423","title":{"rendered":"PENGHARAPAN KARENA IMAN"},"content":{"rendered":"\n<p>Senin, 13 April 2020  <\/p>\n\n\n\n<p> <br> Matius 28:8-15  <\/p>\n\n\n\n<p>Setelah Yesus bangkit, Dia menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain. Yesus berkata kepada mereka;\u201d.. Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudarasaudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.\u201d (Mat 28:10). Dibalik kata-kata \u201cJangan takut\u201d, kita bisa menangkap bahwa Yesus sedang memberikan harapan kepada mereka.   <br>\nDitengah-tengah pandemi virus Corona ini, harapan adalah hal yang sangat dibutuhkan, karena ketika seseorang masih memiliki harapan, ia tidak akan larut dari ketakutan dan kecemasan. Sebaliknya jika seseorang kehilangan harapan berarti selesailah hidupnya. Paskah kebangkitan Yesus Kristus memberikan harapan kepada manusia yang percaya.   <br>\nPaskah memberikan harapan baru karena melalui kebangkitan Yesus Kristus, Dia telah mengalahkan maut\/dosa. Dosa adalah sumber ketakutan, kecemasan, kejahatan, kebimbangan, kebencian, kemalasan dan keputusasaan. Lebih lagi dosalah yang menjadi penyebab munculnya kerusakan-kerusakan dalam diri manusia dan alam yang menyebabkan bencana kemanusiaan. Seperti apa yang sudah dituliskan oleh rasul Paulus : \u201cSebab upah dosa ialah maut tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d (Rm 6:23).  <br>\nOleh karena itu ketika dosa dikalahkan oleh kebangkitan Kristus, maka manusia terbebas dari daya kematian\/maut  atau penghancur kemanusiaan dan kemudian muncullah harapan dan semangat dalam hidup. \u201c\u2026Bersyukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.\u201d (1 Kor 15:57). Maka sebagai orang beriman, ia akan merasakan penyertaan Tuhan yang selalu mengalirkan harapan.  <br>\nHidup dalam pengharapan. \u201cPengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.\u201d (Roma 5:5). Kalau seseorang menaruh harapan pada manusia, ia akan kecewa karena tidak ada satu pun manusia yang tanpa kelemahan. Seseorang juga akan kecewa jika harapan digantungkan pada materi, karena yang materi suatu ketika bisa hilang dan hancur (Mat 6:19). Oleh karena itu, tidak cukup seseorang berbangga ketika memiliki atau mencapai pada kelimpahan hal-hal yang materi. Mengapa? Karena semua itu belum cukup untuk mendapatkan pengharapan yang sejati. Harapan yang sejati tidak akan hancur oleh ngengat, karat, waktu, wabah seperti virus Corona, dan tidak akan bisa diambil oleh pencuri, karena harapan tersebut tertancap di hati seseorang, yaitu saat ia menerima dan percaya pada Yesus yang hidup dan bangkit. Inilah buah Paskah yang sekarang kita butuhkan yaitu HARAPAN.   <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 13 April 2020 Matius 28:8-15 Setelah Yesus bangkit, Dia menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain. Yesus berkata kepada mereka;\u201d.. Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudarasaudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.\u201d (Mat 28:10). Dibalik kata-kata \u201cJangan takut\u201d, kita bisa menangkap bahwa Yesus sedang memberikan harapan kepada mereka. Ditengah-tengah pandemi virus Corona ini, harapan adalah hal yang sangat dibutuhkan, karena ketika seseorang masih memiliki harapan, ia tidak akan larut dari&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9423\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9423","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9424,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9423\/revisions\/9424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}