{"id":9464,"date":"2020-04-26T18:51:09","date_gmt":"2020-04-27T01:51:09","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9464"},"modified":"2020-04-26T18:51:09","modified_gmt":"2020-04-27T01:51:09","slug":"gereja-perdana-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9464","title":{"rendered":"Gereja Perdana [1]"},"content":{"rendered":"\n<p>Senin dalam Pekan Paskah ke-3<\/p>\n\n\n\n<p>27 April 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 6:22-29<\/p>\n\n\n\n<p>Kisah Para Rasul 6:8-15<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Masa Paskah ini kita, kita akan mendengar\nbanyak bacaan dari Kisah Para Rasul sebagai bacaan pertama kita. Kenapa Gereja\nmemilih bacaan ini pada masa yang khusus ini? Gereja ingin membawa kita kembali\nkepada Gereja perdana yang didirikan oleh Yesus dan dipimpin oleh para rasul.\nGereja ingin menunjukkan bahwa Gereja Kristus Perdana sebenarnya sungguh adalah\nGereja kita sekarang ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya, zaman telah berubah. Dengan kemajuan\nteknologi dan ilmu pengetahuan, kita memiliki banyak hal yang tidak dimiliki\npara rasul. Petrus tidak memiliki HP atau Yohanes memiliki laptop atau internet,\ntetapi baik para rasul dan kita tetap memiliki tugas yang sama untuk mewartakan Injil dan membangun Gereja-Nya.\nSarana mungkin berbeda, tetapi misi dan karya tetap sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kita secara khusus mendengar kisah dari\nStephanus, salah satu diakon pertama dan juga martir pertama yang wafat memberikan\nnyawanya bagi kebenaran iman, bagi Yesus. Stephanus dipenuhi dengan Roh Kudus\ndan mampu unggul dalam diskusi dan debat dengan orang-orang Yahudi dari faksi Libertini,\nyang berasal dari berbagai daerah di luar Palestina. Tetapi kebencian dan iri\nhati menguasai musuh-musuh Stephanus sehingga mereka menghasut banyak orang dan\nakhirnya membawa Stephanus kepada mahkamah Agama atau Sandherin untuk menerima penghakiman.<\/p>\n\n\n\n<p>Kisah Para Rasul menceritakan bahwa apa yang\ndialami oleh Yesus akan juga dialami oleh para murid-Nya. Gereja perdana juga\ntidak lepas dari berbagai kesulitan dan penindasan. Dari Petrus dan para rasul yang\nditahan dan dilarang untuk berkhotbah, sampai Stephanus yang menjadi martir. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika St. Paulus mengatakan bahwa Gereja Kristus\nadalah Tubuh-Nya [lih 1 Kor 12], kita harus siap menanggung luka-luka yang\nditerima Kristus saat disalib. Gereja yang sejati adalah Gereja yang mengalami penderitaan\ndemi Kristus, karena kita mengambil bagian dari jalan Salib-Nya. Umat Katolik\nyang hidup dalam kenikmatan dan terlena dalam kemudahan akan semakin jauh dari\nidentitas sebagai anggota Gereja Kristus yang sejati.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada masa Pandemi yang disebabkan virus covid-19\nini, Gereja secara global sedang menanggung penderitaan yang besar karena\ntempat-tempat ibadah ditutup sementara, dan kita tidak bisa berkumpul bersama untuk\nberibadah dan merayakan Ekaristi. Di masa ini justru menjadi kesempatan bagi\nkita untuk meneladani Gereja perdana di Yerusalem yang terus berkarya walaupun\ndi tengah-tengah penderitaan dan persekusi. Ya, mungkin kita tidak bisa\nmerayakan Ekaristi bersama, tetapi ini bukan alasan untuk mengeluh. Ini justru\nmenjadi kesempatan untuk beriman lebih besar dan melayani lebih semangat dan\nkreatif. <\/p>\n\n\n\n<p>Seperti penderitaan dan krisis yang menerpa Gereja\nperdana membuat mereka lebih dewasa dan berkembang, penderitaan dan kesulitan\nyang kita terima sekarang, jika dijalani dengan penuh iman, akan menjadi sarana\nbagi kita untuk bertumbuh dan menjadi dewasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin dalam Pekan Paskah ke-3<br \/>\n27 April 2020<br \/>\nYohanes 6:22-29<br \/>\nKisah Para Rasul 6:8-15<\/p>\n<p>Dalam Masa Paskah ini kita, kita akan mendengar banyak bacaan dari Kisah Para Rasul sebagai bacaan pertama kita. Kenapa Gereja memilih bacaan ini pada masa yang khusus ini? Gereja ingin membawa kita kembali kepada Gereja perdana yang didirikan oleh Yesus dan dipimpin oleh para rasul. Gereja ingin menunjukkan bahwa Gereja Kristus Perdana sebenarnya sungguh adalah Gereja kita sekarang ini. <\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9464","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9464"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9464\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9465,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9464\/revisions\/9465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}