{"id":9471,"date":"2020-04-30T00:47:44","date_gmt":"2020-04-30T07:47:44","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9471"},"modified":"2020-04-30T00:47:44","modified_gmt":"2020-04-30T07:47:44","slug":"filipus-dan-sida-sida-dari-ethiopia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9471","title":{"rendered":"Filipus dan Sida-Sida dari Ethiopia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kamis pada Pekan ke-3 Paskah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">30 April 2020<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah Para Rasul 8:26-40<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yohanes 6:44-51<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari ini kita mendengarkan kisah Filipus yang mewartakan\nInjil kepada seorang sida-sida dari Ethiopia. Ada beberapa hal menarik yang bisa\nkita lihat dari kisah ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sang sida-sida ini sedang belajar kitab Yesaya\nyang adalah bagian dari Perjanjian Lama. Pada dasarnya sida-sida ini adalah\norang yang takut akan Allah dan saleh. Dia ingin mengerti lebih dalam tentang\nagama dan juga Tuhan. Namun, sida-sida ini mengakui bahwa dia tidak mengerti\nakan apa yang dipelajarinya. Bagian penting dalam hidup iman adalah kerendahan\nhati untuk mengakui bahwa banyak hal masih tidak kita tahu, dan juga kerendahan\nhati untuk bertanya dan menimba kebijaksanaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dialog antara sida-sida dari Ethiopia dan Filipus sebenarnya\nadalah sebuah percakapan yang berbasis pada Sabda Allah, atau mereka sedang\nmelakukan \u201cBible Study.\u201d Yang menarik adalah Filipus memberikan pengertian dan\npemahaman tentang ayat-ayat pada nubuat Yesaya yang sulit dimengerti oleh sang sida-sida.\nBagian yang dia sulit pahami adalah tentang \u201cHamba Allah yang menderita\u201d atau\ndalam Bahasa Ibrani \u201cebed Yahwe\u201d yang berasal dari Yesaya 53:8-7.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Perjanjian Lama, gelar \u201cebed\u201d atau hamba Tuhan biasanya diberikan\nkepada tokoh-tokoh penting bangsa Israel yang memiliki tugas khusus yang\ndiberikan Allah seperti Musa [lih. Kel 14:31], Elia [lih 1 Raj. 18:36] dan Daud\n<\/p>\n\n\n<p>[lih. 2 Sam 3:18]<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">. Namun, Hamba Allah yang menderita yang nubuatkan Yesaya ini sebenarnya\nseorang tokoh misterius yang masih menjadi teka-teki besar bagi bangsa Yahudi.\n\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Filipus dengan pencerahan dan bimbingan dari Roh Kudus kemudian menunjukkan\nbahwa hamba Allah yang dinubuatkan oleh Yesaya ini tidak lain dari Yesus dari Nazaret.\nFilipus menerangkan bahwa Yesus menderita walaupun tidak bersalah. Dia disakiti\nkarena dosa-dosa manusia. Dia wafat supaya manusia sembuh. Yesus datang untuk menggenapi\nKitab Suci. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari Filipus kita bisa belajar untuk melihat Yesus sebagai penggenapan perjanjian\nLama. Sebagai pengikut Kristus, kita juga diajak untuk mendalami kitab-kitab\nperjanjian Lama dan belajar untuk melihat Kristus hadir di sana. Ini adalah\ncara \u2018Bible Study\u2019 pertama yang dilakukan oleh para rasul dan anggota Gereja\nPerdana. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sida-sida pun tergerak oleh Roh Kudus dan dia menerima kabar baik tentang\nYesus. Dia pun meminta diri dibaptis. Dari sini kita bisa belajar pentingnya sakramen\ndalam hidup iman dan mengereja. Setelah pewartaan dan pendalaman Kitab Suci,\niman harus dipupuk dan ditumbuhkan dengan sakramen yang adalah sarana rahmat.\nBagi Gereja perdana, pengajaran, persekutuan, sakramen dan doa adalah fondasi\ndasar [lih Kis 2:42]<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin sida-sida ini menjadi orang Kristiani pertama dari Ethiopia dan membawa\npulang imannya dan menumbuhkannya di antara bangsanya. Sida-sida ini tidak\nberhenti dengan menerima Firman dan menerima baptisan, tetapi dia sekarang seperti\nFilipus yang menjadi pembawa kabar gembira bagi mereka yang belum mengenal-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis pada Pekan ke-3 Paskah<br \/>\n30 April 2020<br \/>\nKisah Para Rasul 8:26-40<br \/>\nYohanes 6:44-51<\/p>\n<p>Hari ini kita mendengarkan kisah Filipus yang mewartakan Injil kepada seorang sida-sida dari Ethiopia. Ada beberapa hal menarik yang bisa kita lihat dari kisah ini.<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9471","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9471"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9472,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9471\/revisions\/9472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}