{"id":9475,"date":"2020-05-01T19:32:31","date_gmt":"2020-05-02T02:32:31","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9475"},"modified":"2020-05-01T19:32:31","modified_gmt":"2020-05-02T02:32:31","slug":"iman-dan-roti-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9475","title":{"rendered":"Iman dan Roti Kehidupan"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabtu pada Pekan\nke-3 Paskah<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 6:60-69<\/p>\n\n\n\n<p>Ekaristi adalah salah satu ajaran Yesus yang paling sulit untuk dipahami\napalagi di dipercayai. Orang-orang dapat dengan mudah setuju dengan Yesus\nketika Dia mengatakan bahwa kita perlu mengasihi sesama seperti diri kita\nsendiri. Orang-orang mungkin kesulitan untuk memaafkan dan mengasihi musuh,\ntetapi mereka akan menerima bahwa pembalasan dan kekerasan tidak akan\nmenyelesaikan masalah. Namun, Yesus tidak hanya mengajarkan hal-hal yang indah ini.\nYesus mewartakan kebenaran yang total tentang keselamatan kita. Dia adalah Roti\nKehidupan, dan Roti Hidup ini adalah darah dan daging-Nya sendiri. Yesus tidak\nhanya meminta kita untuk percaya tetapi untuk memakan daging-Nya dan minum\ndarah-Nya sehingga kita dapat memiliki hidup yang kekal.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi orang Yahudi waktu itu, makan daging manusia adalah sebuah kekejian\ndan minum darah, bahkan darah hewan, adalah hal terlarang. Jadi, ketika Yesus\nmengatakan kepada mereka untuk mengonsumsi Daging dan Darah-Nya, banyak orang\nYahudi berpikir bahwa Yesus itu gila. Orang-orang mengikuti Yesus karena mereka\nmenyaksikan kuasa Yesus dalam melipatgandakan roti, dan mereka ingin menjadikan-Nya\npemimpin mereka. Namun, Yesus mengingatkan mereka bahwa tidak tepat jika mereka\nhanya mengikuti Dia karena dia memberi mereka makan dengan roti biasa. Mereka perlu\nbekerja untuk Roti Hidup yakni Yesus sendiri. Banyak pengikut awal Yesus bersungut-sungut,\ndan akhirnya, mereka meninggalkan Dia, karena pengajaran yang sangat sulit ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Di zaman sekarang, Ekaristi tetap sulit untuk dipahami. Apakah roti tawar\nkecil putih dan setetes anggur ini benar-benar Tubuh dan Darah Kristus?\nBagaimana makanan biasa ini mengandung kepenuhan keilahian dan kemanusiaan\nYesus? Mengapa kita harus menekuk lutut kita di hadapan hosti kecil? Pemikir-pemikir\nbesar telah mencoba menjelaskan misteri itu, tetapi tidak satu pun dari\npenjelasan mereka yang cukup memadai. Santo Thomas Aquinas yang mampu menulis\nsalah satu penjelasan paling mendalam tentang Ekaristi, akhirnya harus mengakui\nbahwa ini adalah misteri iman. Dia menulis dalam nyanyiannya kepada Sakramen\nMahakudus, Tantum Ergo, \u201cPr\u00e6stet fides supplementum, Sensuum defectu (Biarkan\niman melengkapi, saat indra gagal).\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Sungguh, iman terbesar diperlukan untuk menerima misteri terbesar, karena\nbentuk makanan yang paling sederhana membawa kita ke kehidupan kekal. Namun,\nini menjadi salah satu Kabar Baik yang Yesus bawa. Kehidupan kekal bukanlah\nsesuatu yang hanya kita peroleh di akhirat, tetapi Yesus menjadikan kehidupan\nini tersedia di sini dan saat ini. Jika Tuhan bisa benar-benar hadir dalam roti\nkecil ini, Dia juga hadir dalam kehidupan kita sehari-hari, bahkan di dalam hal\npaling sederhana sekalipun. Jika Yesus dipecah dan dibagikan dalam Ekaristi, Ia\npun mampu memeluk kita di saat-saat yang paling gelap dan pahit dalam hidup.\nJika Yesus yang adalah sang Kebijaksanaan Allah, terkandung dalam hosti kecil\nini, Kebijaksanaan ini memberi kita makna yang sejati dalam kehidupan kita yang\nsederhana.<\/p>\n\n\n\n<p>Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu pada Pekan ke-3 Paskah<br \/>\nYohanes 6:60-69<\/p>\n<p>Ekaristi adalah salah satu ajaran Yesus yang paling sulit untuk dipahami apalagi di dipercayai. Orang-orang dapat dengan mudah setuju dengan Yesus ketika Dia mengatakan bahwa kita perlu mengasihi sesama seperti diri kita sendiri. Orang-orang mungkin kesulitan untuk memaafkan dan mengasihi musuh, tetapi mereka akan menerima bahwa pembalasan dan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Namun, Yesus tidak hanya mengajarkan hal-hal yang indah ini. Yesus mewartakan kebenaran yang total tentang keselamatan kita. Dia adalah Roti Kehidupan, dan Roti Hidup ini adalah darah dan daging-Nya sendiri. Yesus tidak hanya meminta kita untuk percaya tetapi untuk memakan daging-Nya dan minum darah-Nya sehingga kita dapat memiliki hidup yang kekal.<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9475","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9475"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9475\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9476,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9475\/revisions\/9476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}