{"id":9481,"date":"2020-05-04T20:39:13","date_gmt":"2020-05-05T03:39:13","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9481"},"modified":"2020-05-04T20:39:13","modified_gmt":"2020-05-05T03:39:13","slug":"keluarga-sebagai-kawanan-domba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9481","title":{"rendered":"Keluarga sebagai Kawanan Domba"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 5 Mei 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Hari Biasa Paskah IV<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan I Kis 11: 19-26<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil Yoh 10: 22-30<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDomba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku\u201d, itulah salah satu sabda Yesus dalam Injil hari ini. Masih dalam tema Gembala yang Baik, Yesus menegaskan harmoni antara domba dan gembala. Mulai dari saling mengenal suara sampai pada kesediaan domba mengikuti tuntunan gembala. Dengan rasa saling percaya, maka ada kemauan untuk dikenal dan mengenal. Tindakan saling kenal merupakan sebuah aktivitas yang tidak mudah. Mengenal dan dikenal tentu bukan saja berhenti pada taraf tahu nama, asal, hobi, dan lain-lain. Taraf saling kenal yang diinginkan Yesus adalah melibatkan perasaan percaya satu sama lain. Misalnya, dalam keluarga kita masing-masing: sungguhkah suami mengenal istrinya sendiri, atau sebaliknya? Jangan-jangan selama ini masih ada berbagai macam kepalsuan sehingga masih saja terjadi kesalahpahaman setelah sekian belas tahun hidup berumahtangga? Sungguhkah orangtua mengenal anak-anaknya? Mengenal bakat dan kelebihan anak-anaknya? Mengenal perkembangan anaknya ketika memasuki masa puber, remaja dan beranjak dewasa? Sudahkah anak mengenal orangtuanya? Mengenal kebaikan, kebijaksanaan dan kemurahan hati orangtuanya?<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita bersyukur bahwa melalui pandemi covid-19 ini rupa-rupanya kita semakin diajak untuk memurnikan rasa saling percaya demi kebutuhan dikenal dan mengenal. Melalui anjuran melakukan segala sesuatu di rumah saja, berarti kita diajak untuk mengenal rumah secara mendalam, yang mana tentu saja di dalamnya terdapat keluarga kita masing-masing. Dimulai dari keluarga, kita diajak untuk memurnikan kebersamaan, kesatuan hati, penghayatan iman dan sebagainya. Segala sesuatu dimulai dari keluarga sehingga terjalinlah ikatan hidup yang kuat sebagaimana relasi antara gembala dengan domba. Kalau kita sudah mampu meletakkan rasa percaya secara nyata pada masing-masing anggota keluarga, barulah kita akan semakin mantap mengikuti langkah sang gembala. Maka, pastikanlah dulu bahwa kedamaian, ketenangan, kebahagiaan dan sebagainya tumbuh dalam keluarga masing-masing. Sebab, kawanan domba terbentuk pada mulanya dimulai dari keluarga kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 5 Mei 2020 Hari Biasa Paskah IV Bacaan I Kis 11: 19-26 Bacaan Injil Yoh 10: 22-30 \u201cDomba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku\u201d, itulah salah satu sabda Yesus dalam Injil hari ini. Masih dalam tema Gembala yang Baik, Yesus menegaskan harmoni antara domba dan gembala. Mulai dari saling mengenal suara sampai pada kesediaan domba mengikuti tuntunan gembala. Dengan rasa saling percaya, maka ada kemauan untuk dikenal dan mengenal. Tindakan saling kenal merupakan sebuah aktivitas&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9481\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9481","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9481"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9481\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9482,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9481\/revisions\/9482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}