{"id":9526,"date":"2020-05-24T15:13:00","date_gmt":"2020-05-24T22:13:00","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9526"},"modified":"2020-05-24T20:04:59","modified_gmt":"2020-05-25T03:04:59","slug":"mengalahkan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9526","title":{"rendered":"Mengalahkan Dunia"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"320\" height=\"168\" src=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/hspirit.jpg\" class=\"wp-image-9535\" style=\"width: 320px;\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/hspirit.jpg 720w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/hspirit-300x158.jpg 300w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/hspirit-514x270.jpg 514w\" sizes=\"auto, (max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera<sup>&nbsp;<\/sup>dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan<sup>&nbsp;<\/sup>dunia&#8221; (Yoh 16:33). <\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah survey bertanya pada 14.000 orang dari 17 negara, \u201cApa efek dari isolasi dan&nbsp;<em>social distancing&nbsp;<\/em>karena covid-19?\u201d Ternyata hasilnya mengejutkan. 55% orang menilai isolasi diri membuat diri menjadi lemah dan takut sakit. 31% orang merasa bahagia karena bisa bertemu keluarga intensif. 22% orang berusaha beradaptasi dengan situasi baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil polling diatas memberitahu kita kalau isolasi diri bisa berefek negative pada psikologis dan fisik juga. Orang merasa terasing, terlalu berfokus pada diri sendiri dan menilai diri lemah atau sakit. Situasi sekitar yang sakit, berita kematian serta berita virus Corona membombardir kehidupan privat seseorang. Terlihat pula ada orang yang bisa melihat sisi positif dari social distancing. Orang menemukan keluarga sebagai sumber kegembiraan. Sebagian kecil orang berusaha menerima kenyataan dan beradaptasi dengan suasana baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus bersabda, \u201cDalam dunia kamu mengalami penganiayaan!\u201d Kata penganiayaan ini bisa bermakna luas. Artinya suasana dunia membuat hati kita teraniaya, jiwa kita sakit, muncul perasaan sedih, kesepian, kecewa, cemas, takut dan sampai orang tak bisa tidur. Pikiran dan jiwa teraniaya. Bukan hanya fisik yang disakiti saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus sendiri telah mengalahkan dunia! Artinya hidupnya tidak dikuasai oleh keinginan duniawi. Dorongan negative diri, ketakutan, rasa sedih dan tak berpengharapan tidak menguasainya. Ia mampu mengalahkan perasaan negative dan dorongan ke arah kehampaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karenanya, Yesus berkata \u201ckamu beroleh damai sejahtera dalam aku. Kuatlahlah hatimu!\u201d karena keadaan sekitar yang buruk, hati kita terombang-ambing. Kita tidak kuat. Perasaan negative menguasai dan mengatur hidup kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana orang bisa menguatkan hatinya? Berdoa dan bermenung menjadi jalan keluarnya. Dalam doa, kita bertanya, \u00e4pa yang selama ini menguasai pikiran dan hati kita? Dorongan positif atau negative? Bagaimana saya menghadapi dorongan itu? Dalam doa kita mohon pada Tuhan agar kita juga mampu mengalahkan dunia karena mendapat kuasa Allah sendiri.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSemuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera&nbsp;dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan&nbsp;dunia&#8221; (Yoh 16:33). Sebuah survey bertanya pada 14.000 orang dari 17 negara, \u201cApa efek dari isolasi dan&nbsp;social distancing&nbsp;karena covid-19?\u201d Ternyata hasilnya mengejutkan. 55% orang menilai isolasi diri membuat diri menjadi lemah dan takut sakit. 31% orang merasa bahagia karena bisa bertemu keluarga intensif. 22% orang berusaha beradaptasi dengan situasi baru.&nbsp; Hasil polling diatas memberitahu kita kalau isolasi diri bisa berefek&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9526\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9526","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9526"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9537,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9526\/revisions\/9537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}