{"id":9612,"date":"2020-06-18T13:47:00","date_gmt":"2020-06-18T20:47:00","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9612"},"modified":"2020-06-18T07:49:12","modified_gmt":"2020-06-18T14:49:12","slug":"hati-yang-terluka-namun-terbuka-mat-1125-30","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9612","title":{"rendered":"HATI YANG TERLUKA NAMUN TERBUKA (Mat 11:25-30)"},"content":{"rendered":"\n<p>Jumat, 19 Juni 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: P. Stef. Buyung Florianus, O.Carm.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus adalah bukti kasih sang Bapa. Bapa telah mengaruniakan-Nya kepada kita. Dan Yesus telah menunjukkan kasih Allah itu dalam hidup dan pelayanan-Nya. Hati-Nya selalu tergerak oleh belaskasihan kepada mereka yang menderita. Dia selalu memiliki hati untuk para pendosa. Dia selalu mempunyai hati untuk orang-orang sakit. Secara khusus, dalam Injil hari ini Yesus mengundang mereka semua yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya. Dia sendiri akan memberikan kelegaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Siapakah orang yang letih lesu itu? Itulah orang yang dikuasai oleh hawa nafsu duniawi. Orang yang demikian sungguh diperbudak oleh keinginannya sendiri. Tindak kekerasan, berupa perampokan, perampasan, pemerkosaan menjadi bagian yang tidak terhindarkan. &nbsp;Dia sungguh tidak mempunyai hati, dan menjadi letih lesu. Dan dengan kekuatannya sendiri, ia tidak mampu mengatasinya. Hanya dalam Yesus, belenggu itu akan dilepaskan. Itulah sebabnya, Yesus mengundangnya untuk datang, dan percaya penuh akan kuasa kasih-Nya. Bila hal itu terjadi, dia akan mendapatkan damai sejahtera. &nbsp;Lalu siapakah orang yang berbeban berat itu? Itulah orang yang sombong, congkak hatinya. Sebetulnya, ia tidak memikiki kemampuan dan tak berdaya, tetapi merasa diri hebat. Dia merasa tidak membutuhkan Tuhan. Tapi apa daya, dengan kekuatannya sendiri ia tidak menemukan kebahagiaan. &nbsp;Itulah sebabnya, dia harus datang kepada Yesus dan mengandalkan bukan lagi kekuatannya sendiri melainkan kuat kuasa Tuhan sendiri. Bila hal itu terjadi, sukacita hidup akan ia dapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini adalah Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus. Salah satu aspek yang pantas kita renungkan adalah hati Yesus ini adalah hati yang terluka namun terbuka. Terluka akibat kedurhakaan kita, antara lain&nbsp; kelekatan pada hawa nafsu duniawi dan kesombongan. Namun terbuka karena bersedia untuk menolong kita keluar dari belenggu tersebut. Yesus mau supaya kita mengalami damai sejahtera. Dia yang terluka namun menyembuhkan. Selanjutnya, kita juga diundang untuk memiliki sikap hati yang sama. Tidak jarang kita juga terluka karena kesalahan sesama. Namun kita sering tertutup, tidak mau mengampuni. Hasil akhir,&nbsp; kita tidak pernah merasakan damai. Marilah kita berdoa semoga Yesus menjadikan hati kita seperti hati-Nya. Hati Yesus Yang Mahakudus, doakanlah kami. Amin. &nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 19 Juni 2020 Oleh: P. Stef. Buyung Florianus, O.Carm. Yesus adalah bukti kasih sang Bapa. Bapa telah mengaruniakan-Nya kepada kita. Dan Yesus telah menunjukkan kasih Allah itu dalam hidup dan pelayanan-Nya. Hati-Nya selalu tergerak oleh belaskasihan kepada mereka yang menderita. Dia selalu memiliki hati untuk para pendosa. Dia selalu mempunyai hati untuk orang-orang sakit. Secara khusus, dalam Injil hari ini Yesus mengundang mereka semua yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya. Dia sendiri akan memberikan kelegaan. Siapakah&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9612\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9612","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9612"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9613,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9612\/revisions\/9613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}