{"id":9625,"date":"2020-06-22T18:26:12","date_gmt":"2020-06-23T01:26:12","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9625"},"modified":"2020-06-22T18:26:12","modified_gmt":"2020-06-23T01:26:12","slug":"ajakan-untuk-berinisiatif-dan-aktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9625","title":{"rendered":"AJAKAN UNTUK BERINISIATIF DAN AKTIF"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Matius 7:6,12-14; 2Raj. 19:9b-11,14-21,31-35a,36<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kata-kata Yesus dalam injil hari ini yang berbunyi, &#8220;Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi\u201d merupakan&nbsp;<em>Golden Rule<\/em>&nbsp;dalam kehidupan Kristiani. Yesus menyampaikan pernyataan ini dari bentuk aslinya yang pasif dan mengubahnya menjadi bentik aktif dari Kitab Tobit 4:15, \u201cApa yang engkau sendiri tidak suka, jangan engkau lakukan terhadap orang lain.\u201d Bacaan pertama hari ini dari Kitab Raja-Raja mengisahkan bagaimana&nbsp;<em>Golden Rule<\/em> itu dimaknai dalam kehidupan nyata. Bacaan pertama mengisahkan sikap  Raja Yehuda, Hizkia, terhadap Sanherib, Raja Asyur yang ingin melakukan hal hal yang tidak baik terhadapnya. Bagi Hizkia pembalasan bukanlah haknya, tetapi merupakan  hak Allah sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ajakan lain, Yesus mengingatkan kita untuk tekun mendalami semangat Injil demi cinta kepada Kristus dan demi keselamatan kekal yang disiapkan oleh Bapa bagi kita. Kita diajak untuk tidak menggadaikan kerohanian kita dengan motivasi-motivasi duniawi, seperti untuk dilihat orang atau pamer. Yesus menekankan hal ini karena saat itu para pemimpin agama dan orang-orang yang merasa dirinya saleh memakai ukuran perintah negatif untuk menilai kerohanian mereka. Mereka merasa begitu baik dan suci karena tidak melakukan apa yang Allah larang, tetapi mereka lupa bahwa mereka belum melakukan apa yang Allah perintahkan. Dalam konteks ini, Yesus mengajak para murid untuk memotivasi diri secara benar agar dapat memimpin orang lain secara benar juga menuju jalan keselamatan Allah dengan mengatakan, &#8220;Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudariku, mari menanggapi ajakan Yesus yang memerintahkan kita untuk melakukan kepada orang lain apa yang kita ingin orang lain lakukan kepada kita dengan merenungkan relasi kita dengan orang-orang di sekitar kita. Apakah kita masih berada di dalam keadaan diri yang egois, tidak punya tempat untuk orang lain? Atau mungkin kita berada di dalam tahap \u2018separuh\u2019 taat: karena kita tidak pernah menyakiti orang lain, tidak pernah merugikan siapa-siapa tetapi juga tidak pernah menjadi saluran berkat bagi siapa pun. Apakah kita menjadi orang yang begitu pasif dan berbangga dengan kepasifan kita? Untuk itu marilah kita buat daftar tuntutan kita dari orang lain dan menjadikannya sebagai daftar kegiatan yang akan kita kerjakan bagi orang lain mulai hari ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan memberkati kita!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matius 7:6,12-14; 2Raj. 19:9b-11,14-21,31-35a,36 Kata-kata Yesus dalam injil hari ini yang berbunyi, &#8220;Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi\u201d merupakan&nbsp;Golden Rule&nbsp;dalam kehidupan Kristiani. Yesus menyampaikan pernyataan ini dari bentuk aslinya yang pasif dan mengubahnya menjadi bentik aktif dari Kitab Tobit 4:15, \u201cApa yang engkau sendiri tidak suka, jangan engkau lakukan terhadap orang lain.\u201d Bacaan pertama hari ini dari Kitab Raja-Raja mengisahkan bagaimana&nbsp;Golden Rule itu&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9625\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9625","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9625"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9625\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9629,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9625\/revisions\/9629"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}