{"id":9653,"date":"2020-07-02T13:48:00","date_gmt":"2020-07-02T20:48:00","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9653"},"modified":"2020-07-01T07:50:02","modified_gmt":"2020-07-01T14:50:02","slug":"kita-semua-dipanggil-untuk-mewartakan-kabar-gembira","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9653","title":{"rendered":"Kita semua dipanggil untuk mewartakan kabar gembira"},"content":{"rendered":"\n<p>PESTA ST. THOMAS RASUL<\/p>\n\n\n\n<p>Jumat, 3 July, 2020<\/p>\n\n\n\n<p>Efesus 2:19-22<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 20:24-29<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudariku,<\/p>\n\n\n\n<p>Berbicara tentang rasul yang satu ini (St. Thomas), sudah sangat pasti yang muncul di benak kita dalah seorang rasul yang kurang atau tidak percaya. Thomas yang disebut Didimus mengatakan bahwa: &#8220;Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.&#8221; Sikapnya itu dinyatakan ketika para murid yang lain menyampaikan bahwa &#8220;mereka telah melihat Tuhan&#8221; setelah kebangkitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa mengerti bahwa sikap skeptis Thomas itu samasekali tidak salah. Kalau kita ada pada pihak Thomas, bukan tidak mungkin kitapun akan memberi sikap yang sama. Sikap yang masuk akal&#8230;seperti Ade Armando selalu menekankan &#8220;akal sehat, karena hanya dengan akal sehat negara kita akan selamat.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudariku terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan bahwa delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Thomas bersama-sama dengan mereka. Pada saat itu Yesus berkata kepada Thomas: &#8220;Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan kedalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.&#8221; Thomas lalu dengan statement yang sangat tegas mengatakan: &#8220;Ya Tuhanku dan Allahku.&#8221; Disini jelaslah bagi kita bahwa dengan &#8220;kehadiran dan kemahakuasaanNya,&#8221; Yesus mau menolong dan mengarahkan Thomas dari ketidak percayaannya untuk percaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karens itu kalau memang ada santu pelindung untuk orang-orang yang kurang atau tidak percaya, maka Thomaslah sudah pantas menjadi santu pelindungnya. Tetapi ternyata Thomas adalah santu yang terakhir dari antara kita, karena kita semua juga sangat mungkin adalah orang-orang yang kurang percaya. Kita bimbang dan ragu akan hubungan kita, bimbang dan ragu-ragu akan apa saja yang terjadi di dunia ini, bimbang dan ragu akan iman kita sendiri teristimewa pada saat-saat kepercayaan kita kepada Tuhan semakin lemah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam renungan hari ini boleh kita simak, bahwa oleh kepercayaan yang terpulih, Thomas menjadi lebih semangat mewartakan Kristus yang bangkit; oleh karena itu hari ini kita boleh merayakan sebagai hari pesta rasul Thomas. Ia mewartakan kabar gembira ke Asia, di luar kekuasaan Roma, dan ada tradisi yang mengatakan bahwa Thomas mewartakan kabar gembira itu ke India. Santu Gregorius Agung uskup dan doktor gereja, secara istimewa pernah berkhotbah tentang Thomas.<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudariku terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>Pernahkah anda percaya bahwa peristiwa ketidakhadiran Thomas adalah sesuatu yang secara terstruktur direncanakan seperti: datang dan mendengar, mendengar dan bimbang, bimbang dan menjamah, menjamah dan percaya? Sesungguhnya tidaklah demikian, karena ini adalah penyelenggaraan Ilahi. St. Paulus mengatakan: &#8220;iman adalah suatu jaminan akan apa yang telah kita percaya, suatu kenyataan yang tidak dapat dilihat.&#8221; Kiranya itu menjadi jelas bahwa &#8216;iman adalah bukti dari sesuatu yang tidak dapat dilihat. Apa yang kelihatan memberika pengetahuan, bukan iman &#8230; Ketika setelah Thomas melihat dan menjamah, mengapa kepadanya Yesus berkata: &#8220;Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya?&#8221; Disini perlu kita ketahui bahwa &#8216;melihat dan percaya&#8217; dua hal yang berbeda. Allah tidak dapat dilihat oleh manusia. Thomas telah melihat kemanusiaan yang nyata (human being), seseorang yang ia sudah akui keberadaannya sebagai Allah, karena itu Thomas mengatakan; &#8220;Ya Tuhanku dan Allahku.&#8221; Dengan melihat, ia percaya, bahwa ia adalah benar-benar manusia yang hidup, setelah itu ia menjadi percaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti Thomas, kitapun bisa merasa terdorong dan termotivasi untuk meningkatkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan. Seperti Thomas, kitapun bisa berseru dengan lantang: &#8220;Ya Tuhanku dan Allahku.&#8221; Bersama Thomas, kehadiran Yesus Kristus di tengah-tengah kita memberi kita kekuatan untuk menghalau ketakutan dan kebimbangan serta berani mengakui iman kita kepada Tuhan. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PESTA ST. THOMAS RASUL Jumat, 3 July, 2020 Efesus 2:19-22 Yohanes 20:24-29 Saudara-saudariku, Berbicara tentang rasul yang satu ini (St. Thomas), sudah sangat pasti yang muncul di benak kita dalah seorang rasul yang kurang atau tidak percaya. Thomas yang disebut Didimus mengatakan bahwa: &#8220;Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.&#8221; Sikapnya itu dinyatakan ketika para murid yang lain menyampaikan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9653\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9653","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9653"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9653\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9654,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9653\/revisions\/9654"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}