{"id":9670,"date":"2020-07-10T22:10:33","date_gmt":"2020-07-11T05:10:33","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9670"},"modified":"2020-07-10T22:10:33","modified_gmt":"2020-07-11T05:10:33","slug":"hidup-dalam-harapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9670","title":{"rendered":"HIDUP DALAM HARAPAN"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Matius 10:24-33<br>Manusia harus menghadapi segala peristiwa; baik yang manis maupun peristiwa pahit. Apapun yang terjadi, setiap orang tidak bisa lari dari realita, dan harus menghadapinya. Tidak jarang sebagian orang putus asa dan mengambil jalan pintas atau lari dari kenyataan. Bagaimana agar seseorang kuat menghadapi realita hidup dan mampu mensyukurinya?<br>Kekuatan terbesar yang dimiliki oleh manusia ada didalam dirinya sendiri, namun tidak banyak orang menyadarinya. Kekuatan tersebut berupa Harapan\/semangat hidup. Harapan bersumber dari iman\/keyakinan. \u201cHanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.\u201d(Mzm 62:5). Dengan iman tersebut seseorang memiliki mata hati yang akan membantu seseorang untuk merasakan kehadiran Allah dalam setiap peristiwa hidup, sehingga ia selalu bisa memaknai setiap peristiwa, bahkan juga dibalik peristiwa\/ hal yang pahit. Dengan demikian, seseorang tidak pernah kehabisan daya \/harapan yang bersumber dari dalam hatinya.<br>Harapan yang berasal dari iman adalah harapan yang didasarkan pada keyakinan bahwa Allah adalah kasih. (1Yoh 4:8). Kasih Allah yang hadir dalam diri seseorang membuatnya selalu merasakan damai sejahtera tinggal dihati dan mampu menghalau segala kecemasan dan kekuatiran. \u201cBukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.\u201d(Mat 10:29-31).<br>Sekalipun seseorang memiliki segala-galanya namun jika ia tidak memiliki iman yang melahirkan harapan, maka ia akan mudah jatuh dengan kelemahan-kelemahannya dan mudah mengeluh, cemas dan takut. \u201cDiberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan. Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.\u201d(1Yer 17:7-8).<br>Paroki St. Montfort Serawai, ditulis oleh Rm. Aloysius Didik Setiyawan CM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matius 10:24-33Manusia harus menghadapi segala peristiwa; baik yang manis maupun peristiwa pahit. Apapun yang terjadi, setiap orang tidak bisa lari dari realita, dan harus menghadapinya. Tidak jarang sebagian orang putus asa dan mengambil jalan pintas atau lari dari kenyataan. Bagaimana agar seseorang kuat menghadapi realita hidup dan mampu mensyukurinya?Kekuatan terbesar yang dimiliki oleh manusia ada didalam dirinya sendiri, namun tidak banyak orang menyadarinya. Kekuatan tersebut berupa Harapan\/semangat hidup. Harapan bersumber dari iman\/keyakinan. \u201cHanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9670\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9670","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9671,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9670\/revisions\/9671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}