{"id":9680,"date":"2020-07-15T21:40:59","date_gmt":"2020-07-16T04:40:59","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9680"},"modified":"2020-07-15T21:40:59","modified_gmt":"2020-07-16T04:40:59","slug":"belajar-untuk-jujur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9680","title":{"rendered":"BELAJAR UNTUK JUJUR"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Matius 11:28-30<br>Allah mengenal dan mengetahui bagimana kondisi dan pergulatan hidup<br>masing-masing orang. \u201cDan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di<br>hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang<br>kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. \u201c(Ibrani 4:13). Allah<br>tahu juga apa yang menjadi persoalan hidup manusia, bahkan juga semua<br>kelemahan dan dosa-dosanya. Oleh karena itu, dihadapan Tuhan Allah, semua<br>orang tidak bisa menyembunyikan dirinya.<br>Karena Allah tahu semua yang ada dalam diri setiap orang, maka sikap yang<br>perlu dibangun adalah jujur dihadapan-Nya. Jika seseorang masih berusaha<br>menyembunyikan diri, hal tersebut tidak ada gunanya, karena Allah sudah tahu<br>semuanya. Kejujuran adalah tanda kerendahan hati seseorang. Ketika ada<br>kerendahan hati, maka seseorang akan dengan gembira menyambut undangan<br>Kristus untuk datang kepada-Nya. \u201cMarilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan<br>berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.\u201d(Mat 11:28).<br>Dengan demikian, semua orang bisa datang kepada-Nya, jika ia memiliki<br>kerendahan hati, dengan mau bersikap jujur kepada Tuhan. Tidak sedikit orang<br>yang kesulitan melakukannya. Apa yang menghalanginya? Seseorang sulit bersikap<br>jujur karena ingin selalu tampak baik dihadapan semua orang. Ia berpendapat<br>harga dirinya lebih penting dari nilai-nilai kebenaran; kejujuran dan kerendahan<br>hati. Akan tetapi sebelum seseorang bisa bersikap jujur dihadapan Tuhan, ia tidak<br>akan bisa menyambut-Nya. \u201cKetulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab<br>aku menanti-nantikan Engkau.\u201d(Mzm 25:21).<br>Seseorang bisa bersikap tulus, jujur dan rendah hati dari Kristus. \u201cPikullah<br>kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah<br>hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.\u201d(Mat 11:29). Perjalanan hidup<br>seseorang akan terasa ringan dan damai, ketika berjalan bersama dengan Kristus,<br>sekalipun harus menghadapi banyak kesulitan dan persoalan hidup. Orang yang<br>dekat dengan Tuhan, akan bisa lihat semua realita sebagai peristiwa iman, karena<br>Kristus membantunya untuk mengerti dan memberi makna disetiap hal yang ia<br>hadapi.\u201dAku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, Aku memimpin engkau di jalan<br>yang lurus. Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engaku<br>berlari engkau tidak akan tersandung.\u201d(Amsal 4:11-12).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matius 11:28-30Allah mengenal dan mengetahui bagimana kondisi dan pergulatan hidupmasing-masing orang. \u201cDan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi dihadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yangkepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. \u201c(Ibrani 4:13). Allahtahu juga apa yang menjadi persoalan hidup manusia, bahkan juga semuakelemahan dan dosa-dosanya. Oleh karena itu, dihadapan Tuhan Allah, semuaorang tidak bisa menyembunyikan dirinya.Karena Allah tahu semua yang ada dalam diri setiap orang, maka sikap yangperlu dibangun adalah jujur dihadapan-Nya. Jika seseorang masih&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9680\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9680","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9680"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9681,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9680\/revisions\/9681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}