{"id":9682,"date":"2020-07-16T20:34:39","date_gmt":"2020-07-17T03:34:39","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9682"},"modified":"2020-07-16T20:34:39","modified_gmt":"2020-07-17T03:34:39","slug":"carilah-kerajaan-allah-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9682","title":{"rendered":"CARILAH KERAJAAN ALLAH"},"content":{"rendered":"\n<p>Jumat, 17 Juni 2020<br><br>Matius 12;1-8<br>Apa yang dikehendaki oleh Allah? Jawaban atas pertanyaan tersebut<br>sekaligus merupakan kahekat Allah dan juga tujuan hidup manusia. \u201cJika memang<br>kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan<br>persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.(Mat<br>12:8).Tidak sedikit orang berpandangan bahwa dengan aturan-aturan agama yang<br>ketat orang bisa bertemu dengan Tuhan. Aturan-aturan ketat belum tentu<br>membuat seseorang hidup baik, jika hatinya jauh dari Allah.<br>Tanda jika seseorang jauh dari Allah, dan bahkan ia tidak kenal siapa Allah<br>itu, yaitu jika ia jauh dari sikap dan tindakan \u201dKASIH\u201d. Mengapa? Karena Allah<br>adalah kasih, maka jika orang tidak berbelas kasih, maka ia tidak mengenal Allah.<br>\u201csaudara-saudaku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu<br>berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal<br>Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah<br>kasih.\u201d(1 Yoh 4:7-8).<br>Kasih adalah Allah. Dia ditemukan dalam diri setiap pribadi manusia, karena<br>manusia berasal dari-Nya, dan akan kembali kepada-Nya. Oleh karena itu jika orang<br>saling mengasihi, di sana Allah hadir dan ia hidup di dalam dan bersama dengan<br>Allah. \u201cKita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah<br>adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam<br>Allah dan Allah di dalam dia.\u201d(1 Yoh 4:16).<br>Karena Allah adalah kasih, maka jalan untuk sampai kepada-Nya adalah kasih<br>itu sendiri. Oleh karena itu Yesus sangat mendorong para murid-Nya agar mereka<br>berbelas kasih kepada sesamanya, dan mengasihi Allah dengan seluruh<br>kekuatannya. \u201cKasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan<br>segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama<br>dan yang pertma. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah<br>sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung<br>seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.\u201d(Mat 22:37-40).<br>Ketika kasih tinggal di dalam diri seseorang, Allah tinggal di dalam dirinya dan<br>buah dari sana adalah damai sejahtera dan keselamatan. Itulah yang perlu menjadi<br>fokus hidup setiap orang, agar Kerajaan Allah hadir dan semua orang hdup damai<br>dan dunia pun juga akan damai. \u201cTetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan<br>kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.\u201d(Mat 6:33).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 17 Juni 2020 Matius 12;1-8Apa yang dikehendaki oleh Allah? Jawaban atas pertanyaan tersebutsekaligus merupakan kahekat Allah dan juga tujuan hidup manusia. \u201cJika memangkamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukanpersembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.(Mat12:8).Tidak sedikit orang berpandangan bahwa dengan aturan-aturan agama yangketat orang bisa bertemu dengan Tuhan. Aturan-aturan ketat belum tentumembuat seseorang hidup baik, jika hatinya jauh dari Allah.Tanda jika seseorang jauh dari Allah, dan bahkan ia tidak kenal siapa Allahitu,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9682\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9682","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9682","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9682"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9682\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9683,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9682\/revisions\/9683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9682"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9682"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9682"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}