{"id":9744,"date":"2020-08-09T20:14:46","date_gmt":"2020-08-10T03:14:46","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9744"},"modified":"2020-08-09T20:14:46","modified_gmt":"2020-08-10T03:14:46","slug":"pesta-st-laurensius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9744","title":{"rendered":"Pesta St. Laurensius"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Senin, 10 Agustus 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>2Kor 9: 6-10<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Yoh 12: 24-26<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong><u>Menanam Kebaikan<\/u><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai orang yang hidup di masyarakat, kita memiliki kewajiban untuk berbuat baik demi kesejahteraan bersama. Hanya manusia yang mengenal perbuatan baik. Namun, persoalannya bahwa tidak semua orang dapat mempertahankan berbuat baik jika dalam perjalanan berhadapan dengan hal-hal yang tidak dapat dikontrol. Mari kita menyadari bahwa apapun yang kita hadapi, tuntutan berbuat baik harus tetap dipertahankan sebagaimana direfleksikan Paulus dalam bacaan pertama \u201c<em>orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit. Sebaliknya, orang yang menabur banyak, akan menuai banyak pula<\/em>\u201d. Tidak ada yang kita tabur selain kebaikan dalam ziarah menuju pada keselamatan. Perbuatan baik sekecil apapun akan membawa kebaikan bagi orang yang melakukannya. Tuhan tidak akan pernah melupakan kebaikan-kebaikan yang kita buat. Menjadi orang baik adalah sebuah impian dan arah hidup yang kita bentuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Paus Fransiskus pernah memberi pesan bahwa kita sebagai orang katolik diajak untuk menjadi protagonis dalam kebaikan. Artinya, berlomba-lombalah untuk berbuat baik. Jangan pernah puas dalam berbuat baik sebab kepuasan akan memicu <em>kemandegan<\/em> yang akhirnya membuat kita mungkin tidak terpikat lagi untuk melakukan kebaikan. Orang baik tidak pernah mengharapkan pamrih atau apresiasi, bahkan seringnya bahwa mereka akan kaget atau terkejut jika ada yang memberi apresiasi. Itulah ciri orang baik: perbuatan lebih diutamakan daripada imbalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika diperdalam melalui konteks ajaran Tuhan, kita bisa melihat bahwa kebaikan merupakan salib kita. Artinya, melalui salib, Yesus memberikan kebaikan yang paling sempurna demi keselamatan manusia. Salib bukan lagi kebodohan melainkan kesempatan untuk mengasihi. Maka, kita pun diajak untuk menikmati salib demi membangun suasana kasih di tempat kita berada. Mari kita melihat dalam kehidupan masing-masing, kebaikan macam apa yang bisa dibuat, entah itu yang rutin maupun situasional. Kalau kita punya hati, akan ada banyak kesempatan berbuat baik. Sebab, kehidupan kita masih butuh kebaikan agar tetap damai dan sejahtera. &nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 10 Agustus 2020 Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 2Kor 9: 6-10 Bacaan Injil&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yoh 12: 24-26 Menanam Kebaikan Sebagai orang yang hidup di masyarakat, kita memiliki kewajiban untuk berbuat baik demi kesejahteraan bersama. Hanya manusia yang mengenal perbuatan baik. Namun, persoalannya bahwa tidak semua orang dapat mempertahankan berbuat baik jika dalam perjalanan berhadapan dengan hal-hal yang tidak dapat dikontrol. Mari kita menyadari bahwa apapun yang kita hadapi, tuntutan berbuat baik harus tetap dipertahankan sebagaimana direfleksikan Paulus dalam bacaan pertama \u201corang yang menabur&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9744\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9744","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9744"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9744\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9745,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9744\/revisions\/9745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}