{"id":9746,"date":"2020-08-10T21:49:01","date_gmt":"2020-08-11T04:49:01","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9746"},"modified":"2020-08-10T21:49:01","modified_gmt":"2020-08-11T04:49:01","slug":"kembali-pada-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9746","title":{"rendered":"Kembali pada Yang Benar"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Selasa, 11 Agustus 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>PW. St. Klara<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Yeh 2:8 <\/strong><strong>\u2013<\/strong><strong> 3:4<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Mat 18: 1-5, 10, 12-14<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan-bacaan yang hari ini diperdengarkan mengajak kita untuk menyadari tentang kasih Allah. Ada apa dengan kasih Allah? Bahwa, kasih Allah membawa kita semua untuk kembali pada identitas dan jalan yang benar. Sebagaimana digambarkan oleh Yesus dalam bacaan Injil, kita diminta untuk secara rendah hati menjadi seperti anak kecil, sekaligus menyadari betapa kita berharga seperti seekor domba yang tersesat lalu dicari, diketemukan dan akhirnya dirayakan dengan gembira melebihi kawanan yang ada di jalan benar. Itu semua memperlihatkan bahwa Allah menginginkan kualitas hidup setiap orang selalu unggul tanpa melupakan peran serta-Nya. Hidup di dunia memang membuat setiap orang mempunyai potensi mengandalkan dirinya sendiri dan lambat laun bisa melupakan Allah karena dikaburkan oleh rasionalisasi ataupun keinginan atas nama diri sendiri. Hari ini Allah menyadarkan bahwa kita harus merasakan kasih-Nya yang mampu mengembalikan kita pada identitas dan jalan yang benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Setinggi-tingginya hidup kita di usia dewasa, kita harus merendahkan diri untuk meniru seperti anak kecil dimana suasana hidup anak-anak dipenuhi dengan ketaaatan dan kepercayaan penuh pada Tuhan. Kita diingatkan kembali pada bangunan harapan di masa anak-anak yang pasti memimpikan kehidupan bermutu di masa depan. Harapan itu menjadi lentera agar jalan yang dipilih senantiasa tertuju pada kebaikan, keluhuran dan kesejahteraan. Dan, sebagaimana domba yang tersesat, kita mungkin pernah mengalaminnya. Tersesat karena kesombongan, ketidakadilan, egoisme atau kejahatan lainnya. Namun, Allah dengan kasih-Nya mau mencari demi mengembalikan kita pada jalan yang benar. Itulah jalan yang dikehendaki oleh-Nya. Jalan yang menuju pada keselamatan kekal.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, mari kita menyadari betapa Allah mempunyai cara untuk mengasihi kita agar kita dapat kembali lagi kepada-Nya. Yang kita harus lakukan adalah merasakan kasih-Nya itu, terutama dalam segala situasi hidup. Menjaga semangat dan iman serta memelihara kepekaan hati untuk menangkap kasih-Nya, itulah yang semoga dapat kita buat dalam hidup sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 11 Agustus 2020 PW. St. Klara Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yeh 2:8 \u2013 3:4 Bacaan Injil&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mat 18: 1-5, 10, 12-14 Bacaan-bacaan yang hari ini diperdengarkan mengajak kita untuk menyadari tentang kasih Allah. Ada apa dengan kasih Allah? Bahwa, kasih Allah membawa kita semua untuk kembali pada identitas dan jalan yang benar. Sebagaimana digambarkan oleh Yesus dalam bacaan Injil, kita diminta untuk secara rendah hati menjadi seperti anak kecil, sekaligus menyadari betapa kita berharga seperti seekor domba yang tersesat lalu dicari,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9746\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9746","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9746"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9747,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9746\/revisions\/9747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}