{"id":9748,"date":"2020-08-11T19:51:44","date_gmt":"2020-08-12T02:51:44","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9748"},"modified":"2020-08-11T19:51:44","modified_gmt":"2020-08-12T02:51:44","slug":"hidup-dalam-komunitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9748","title":{"rendered":"Hidup dalam Komunitas"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Rabu, 12 Agustus 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hari Biasa XIX<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Yeh 9: 1-7; 10: 18-22<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Mat 18: 15-20<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>\u201c<em>Di mana ada dua atau tiga orang berkumpul demi Nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka<\/em>\u201d. Sabda Tuhan di akhir Injil hari ini menegaskan tentang komunitas kristiani. Komunitas kristiani merupakan bangunan rohani yang hadir secara nyata di dunia. Didasari atas keyakinan iman yang sama, komunitas kristiani menampakkan wajah Yesus bagi dunia. Sangat menarik merenungkan identitas diri dalam nuansa komunitas kristiani: bahwa ketika orang menyediakan diri untuk dibaptis dan masuk sebagai anggota Gereja, sejak saat itulah identitasnya bukan lagi tentang diri sendiri, tetapi membawa juga identitas Gereja. Apa yang dialami dan dilakukannya menjadi representasi kehadiran Gereja. Maka, setiap anggota komunitas kristiani dituntut untuk dapat membangun jalur kehidupan yang beralaskan pada ajaran-ajaran Yesus.<\/p>\n\n\n\n<p>Komunitas kristiani mewadahi segala aspek hidup setiap orang, mulai dari yang tampak lahiriah sampai pada taraf batiniah atau internal yakni misalnya soal dosa. Pemahaman tentang dosa dan cara pemulihannya diajarkan Yesus dalam Injil hari ini. Hal itu menandakan komunitas kristiani mengarah pada tujuan kekekalan hidup. Tidak diharapkan ada anggota yang hilang sehingga segala cara terbaik dikemukakan agar keselamatan dapat dialami semua orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita sejenak merenungkan tentang kekuatan komunitas kristiani ini. Kita bisa melihat dalam lingkup teritorial di mana kita tinggal. Sudahkah kita menikmati kekuatan komunitas kristiani? Sudahkah pula kita memberi daya bagi konsistensi komunitas kristiani? Yang paling pokok dari sebuah komunitas adalah adanya dinamika saling melengkapi. Tidak boleh ada yang hanya untung terus, atau sebaliknya dalam keadaan rugi senantiasa. Namun, keseimbangan untuk saling melengkapi, itulah yang menjadi nyawa dari komunitas kristiani. Kita bangun dan hidupi komunitas kristiani masing-masing. Bukan mencari keuntungan dari sana; melainkan belajar untuk memberikan diri sebagai cara kita mencintai Yesus. &nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 12 Agustus 2020 Hari Biasa XIX Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yeh 9: 1-7; 10: 18-22 Bacaan Injil&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mat 18: 15-20 \u201cDi mana ada dua atau tiga orang berkumpul demi Nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka\u201d. Sabda Tuhan di akhir Injil hari ini menegaskan tentang komunitas kristiani. Komunitas kristiani merupakan bangunan rohani yang hadir secara nyata di dunia. Didasari atas keyakinan iman yang sama, komunitas kristiani menampakkan wajah Yesus bagi dunia. Sangat menarik merenungkan identitas diri dalam nuansa komunitas kristiani: bahwa ketika&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9748\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9748","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9748"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9749,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9748\/revisions\/9749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}