{"id":9829,"date":"2020-09-21T09:07:05","date_gmt":"2020-09-21T16:07:05","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9829"},"modified":"2020-09-21T09:07:05","modified_gmt":"2020-09-21T16:07:05","slug":"berbagi-belas-kasih-tuhan-seperti-yang-kita-alami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9829","title":{"rendered":"BERBAGI BELAS KASIH TUHAN SEPERTI YANG KITA ALAMI"},"content":{"rendered":"\n<p>Senin, 21 September 2020<br>Pekan Minggu Biasa XXV<br>Pesta St. Matius Rasul<br>Mat 9:9-13<br>BERBAGI BELAS KASIH TUHAN SEPERTI YANG KITA ALAMI<br>Hari ini Gereja merayakan Pesta St. Matius, Rasul. Dia adalah seorang pemungkut<br>cukai yang dianggap sebagai pendosa oleh kaum Farisi akan tetapi Yesus justru<br>memanggil dia menjadi seorang Rasul.<br>Sangat menarik untuk dikaji mengapa Yesus menjatuhkan pilihanNYA pada Matius dan<br>bukan orang lain? Bukankah dia seorang pemungut cukai yang bekerja untuk pemerintah<br>Roma dan bukan untuk membantu orang Yahudi, orangnya sendiri? Bukankah pemungut<br>cukai dikategorikan oleh orang Farisi sebagai seorang pendosa?<br>Rupanya Yesus memilih rasulNya bukan berdasarkan kategori yang dipunyai oleh orang<br>Farisi. Yesus memilih rasulNya berdasarkan kategoriNya sendiri. Kategori yang Yesus<br>miliki selalu berdasarkan apa yang menjadi misiNya di Dunia ini. MisiNya sangat jelas<br>sebagaimana diungkapkan dalam periskop yang kita renungan dalam bacaan hari ini, \u201c\u2026<br>Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa\u201d.<br>Matius dimata orang banyak termasuk orang Farisi adalah orang berdosa dan patut untuk<br>disingkirkan. Akan tetapi bagi Yesus, Matius adalah Pribadi yang sadar akan<br>kekurangannya dan terbuka untuk memperbaiki apa yang sekiranya tidak baik. Yesus<br>memilih Matius bukan karena kehebatannya sebagai pemungut cukai, sebaliknya karena<br>keterbukaan Matius untuk menjadi lebih baik. Matius bukan seperti orang Farisi yang<br>merasa diri lebih suci dan tidak merasa bersalah, sehingga tidak mau memperbaiki<br>dirinya. Matius adalah Pribadi yang sederhana yang sangat menyadari keterbatasannya<br>tetapi mau memepebaikinya.<br>Dalam hidup kita sehari-hari, kita selalu menemukan pribadi-pribadi seperti orangorang Farisi yang selalu merasa benar dan selalu merasa menjadi penjaga kebenaran.<br>Karena merasa paling benar maka apapun yang dilakukan orang lain yang tidak masuk<br>kategori mereka akan selalu disalahkan.<br>Di sisi lain kita juga menemukan begitu banyak orang yang sadar akan kerapuhannya lalu<br>dengan rendah hati mau belajar untuk menjadi lebih baik.<br>Dari dua tipe manusia di atas, kita bisa bertanya kepada diri kita masing-masing, pribadi<br>manakah yang saat ini kita miliki? Orang Farisi atau Matius?<br>Sebagaimana Matius kita semua dipanggil oleh Yesus menjadi pengikutNya. Kita<br>semua bukan orang-orang benar dihadapan Tuhan, akan tetapi karena belas KasihNya<br>maka kita diikutsertakan dalam karya penyelamatan Allah. Dalam kerapuhan dan<br>kekurangan kita, Yesus mengangkat kita untuk menjadi perpanjangan tangan belas<br>kasihNya secara nyata kepada mereka yang berada di sekitar kita. Melalui kedosaaan<br>dan kesalahan yang selalu kita lakukan, Yesus mau memulihkan kita untuk sebuah<br>perutusan yang telah disiapkan untuk kita. Mari kita selalu menyadari bahwa kita adalah<br>orang-orang sakit yang terus memerlukan Tabib. Tabib hebat kita ialah Yesus. Agar kita<br>dipulihkan dan disembuhkan, kita perlu membuka diri kita kepada Tuhan. Dia akan<br>melakukan semuanya untuk kita. Mari kita terus rendah hati untuk mengalami belaskasih<br>Allah yang tak terhingga itu dan pada saatnya kita boleh melakukan, membagikan hal<br>yang sama kepada sesama kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 21 September 2020Pekan Minggu Biasa XXVPesta St. Matius RasulMat 9:9-13BERBAGI BELAS KASIH TUHAN SEPERTI YANG KITA ALAMIHari ini Gereja merayakan Pesta St. Matius, Rasul. Dia adalah seorang pemungkutcukai yang dianggap sebagai pendosa oleh kaum Farisi akan tetapi Yesus justrumemanggil dia menjadi seorang Rasul.Sangat menarik untuk dikaji mengapa Yesus menjatuhkan pilihanNYA pada Matius danbukan orang lain? Bukankah dia seorang pemungut cukai yang bekerja untuk pemerintahRoma dan bukan untuk membantu orang Yahudi, orangnya sendiri? Bukankah pemungutcukai dikategorikan oleh orang Farisi sebagai&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9829\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9829","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9829"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9829\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9830,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9829\/revisions\/9830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}