{"id":9831,"date":"2020-09-21T13:07:49","date_gmt":"2020-09-21T20:07:49","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9831"},"modified":"2020-09-21T09:09:31","modified_gmt":"2020-09-21T16:09:31","slug":"beranikah-menjadi-ibu-dan-sudara-saudara-yesus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9831","title":{"rendered":"BERANIKAH MENJADI \u201cIBU DAN SAUDARA-SAUDARA\u201d YESUS?"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 22 September 2020<br>Pekan Minggu Biasa XXV<br>Bacaan Luk 8:19-21<br>BERANIKAH MENJADI \u201cIBU DAN SUDARA-SAUDARA\u201d YESUS?<br>Dalam kehidupan kita sehari-kari kita menjumpai banyak orang baik. Orang<br>dikatakan baik versinya macam-macam. Baik karena sikapnya, tutur katanya bakan<br>seluruh kepribadiannya sangat utuh dan menyenangkan. Sebalikya kitapun menjumpai<br>banyak pribadi yang kesannya baik akan tetapi sesungguhnya bisa mencelakakan orang<br>lain. Ada kepribadian juga yang pura-pura baik tetapi ada tujuan dibalik kebaikan yang<br>pura-pura tersebut.<br>Dalam bacaan injil hari ini kalau kita cermati dengan benar, kita dapat<br>menemukan sebuah kepribadian yang seolah-olah baik tetapi sebetulnya ada tujuan<br>pribadi atau kelompok dibaliknya. Hal ini kita bisa lihat dari reaksi Yesus ketika orang<br>mengatakan bahwa ibu dan saudara-saudaranya ada di luar dan Yesus menjawab \u201cIbuKu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan<br>melaksanakannya.\u201d<br>Rupanya dari begitu banyak orang yang datang saat Yesus sedang mengajar, ada<br>sebagian yang tidak tidak suka akan pengajaran Yesus. Mereka hanya datang untuk<br>mengamati apa yang dilakukan Yesus dan berusaha mencari kesalahan pengajaran<br>Yesus. Mereka hair tapi mereka tidak mau mendengarkan apa yang diajarkan Yesus.<br>Mereka seolah-olah peduli akan Ibu dan dan saudara-saudara Yesus yang datang saat<br>itu, akan tetapi sesungguhnya mereka berusaha untuk mengganggu dan mengacaukan<br>pengajaran Yesus.<br>Dalam kehidupan iman kita, kita ditantang untuk merumuskan diri kita kembali<br>sebagai pengikut Yesus yang serius. Kita bisa saja terjebak akan hal-hal lahiriah semata,<br>seolah-olah menjadi pengikut Yesus yang sejati. Kata-kata Yesus hari ini tidak saja<br>ditujukan kepada orang-orang yang kesannya mendengarkan pengajaran Yesus, akan<br>tetapi juga kepada kita semua. Untuk menjadi pengikut Yesus sesungguhnya, kita harus<br>terbuka mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakanya. Mendengarkan Sabda Allah<br>berarti melibatkan seluruh keberadaan kita. Hati kita yang terbuka, pikiran yang selalu<br>fokus agar apa yang kita dengarkan dapat kita amalkan dan laksanakan dengan baik.<br>Tanpa mendengarkan dengan baik dan Penuh perhatian, akan Sabda Allah, tindakan<br>yang kita lakukan pun tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah.<br>Sangat jelas apa yang dikatakan oleh Yesus, kalau kita sungguh-sungguh<br>mendengarkan dengan baik Sabda Allah dan melaksanakannya, maka kita akan masuk<br>dalam keluarga Allah. Masuk dalam keluarga Allah berat\u0131 kita akan menjadi penerus<br>kabar baik yang telah di wartakan oleh Yesus.<br>Mari kita terus bertekun agar kita selalu menjadi babian dari keluarga besar<br>Tuhan karena keseriusan kita untukterus mendengarkan Sabda Allah dan tetap fokus<br>untuk melaksakan Sabda Allah melalui tugas dan karya yang Tuhan telah percayakan<br>kepada Kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 22 September 2020Pekan Minggu Biasa XXVBacaan Luk 8:19-21BERANIKAH MENJADI \u201cIBU DAN SUDARA-SAUDARA\u201d YESUS?Dalam kehidupan kita sehari-kari kita menjumpai banyak orang baik. Orangdikatakan baik versinya macam-macam. Baik karena sikapnya, tutur katanya bakanseluruh kepribadiannya sangat utuh dan menyenangkan. Sebalikya kitapun menjumpaibanyak pribadi yang kesannya baik akan tetapi sesungguhnya bisa mencelakakan oranglain. Ada kepribadian juga yang pura-pura baik tetapi ada tujuan dibalik kebaikan yangpura-pura tersebut.Dalam bacaan injil hari ini kalau kita cermati dengan benar, kita dapatmenemukan sebuah kepribadian yang seolah-olah baik tetapi&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9831\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9831","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9831"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9833,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9831\/revisions\/9833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}