{"id":9836,"date":"2020-09-23T13:03:58","date_gmt":"2020-09-23T20:03:58","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=9836"},"modified":"2020-09-23T12:04:47","modified_gmt":"2020-09-23T19:04:47","slug":"pilihanku-mewartakan-kebenaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9836","title":{"rendered":"Pilihanku: mewartakan kebenaran"},"content":{"rendered":"\n<p>Kamis , 24 September 2020<br>Pekan Minggu Biasa XXV<br>Bacaan Luk 9:7-9<br>Pilihanku: mewartakan kebenaran<br>Orang benar selalu melakukan sesuatu dengan jujur tanpa ada ada kecurangan dalam<br>hatinya karena segala perbuatannya sungguh berasal dari hati yang tenteram dan tanpa<br>ada kebohongan. Hati yang tenteram dan damai selalu membawa aura positif bagi orang<br>lain. Sebaliknya hati yang penuh kepalsuan dan selalu iri, dengki membuat orang tidak<br>tenang dalam hidupnya. Segala sesuatu selalu dilihat sebagai persaingan dan perlu<br>dihabisi. Hidup orang ini penuh dengan kecurigaan dan selalu negatif terhadap orang<br>lain. Singkatnya hidup orang ini penuh dengan kepalsuhan dan selalu dalam kecemasan<br>tanpa alasan.<br>Contoh sikap hidup penuh kepalsuan dapat kita temukan dalam bacaan hari ini. Herodes<br>adalah pribadi yang selalu merasa tidak nyaman akan keadaan dirinya. Kecemasan yang<br>kuat dalam hatinya menunjukan adanya ketidak-beresan dalam dirinya. Dan itu benar,<br>kecongkakan hatinya, menumpulkan hati nuraninya. Hati nurani yang tumpul membuat<br>Herodes semena-mena membungkam kebenaran yang di wartakan oleh Yohanes. (kasus<br>Herodes memperisterikan Herodes, isteri saudaranya) Hanya karena kesenangan pribadi,<br>status dan kekuasaaan, Herodes menolak kebenaran yang diungkapkan oleh Yohanes. .<br>Hari-kari ini kebenaran sejati sulit untuk disuarakan, aapalagi berurusan dengan<br>penguasa. Penyuara kebenaran menjadi mandul karena selalu diancam oleh merekamereka yang merasa terancam. Sesungguhnya kebenaran harus dikembangkan, akan<br>tetapi dalam kenyataan malah sebaliknya dimanipulasi demi kepentingan pribada atau<br>kelompok.<br>Menjadi pengikut Yesus, tugas kita sesungguhnya mengedepankan kebenaran, dan<br>keadilan. Tugas ini menuntut suatu ketekunan yang luar biasa karena kebenaran sejati<br>sesungguhnya menjadi momok bagi mereka yang tidak jujur dan terbuka. Banyak<br>Herodes-herodes ada ditengah kita yang siap untuk membungkam kita.<br>Sebagai pengikut Yesus kita tidak perlu takut dalam menyuarakan kebenaran. Yesus<br>telah menunjukan contoh yang komplit kepada kita bagaimanakita menyuarakan<br>kebenaran itu. Menyuarakan kebenaran itu mahal harganya, Nyawa bisa jadi taruhannya.<br>Kendati demikian, kita tidak perlu pesimis. Yesus Tuhan kita tetap setia membantu kita,<br>Mari kita terus bertekun untuk menyuarakan kebenaran dalam lingkungan dimana kita<br>berada,. Mulailah hal kecil dan sederhana dari rumah.<br>Kebenaran tetap kebenaran yang harus diwartakan. Menyuarakan kebenaran atau tidak<br>itu pilihan kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis , 24 September 2020Pekan Minggu Biasa XXVBacaan Luk 9:7-9Pilihanku: mewartakan kebenaranOrang benar selalu melakukan sesuatu dengan jujur tanpa ada ada kecurangan dalamhatinya karena segala perbuatannya sungguh berasal dari hati yang tenteram dan tanpaada kebohongan. Hati yang tenteram dan damai selalu membawa aura positif bagi oranglain. Sebaliknya hati yang penuh kepalsuan dan selalu iri, dengki membuat orang tidaktenang dalam hidupnya. Segala sesuatu selalu dilihat sebagai persaingan dan perludihabisi. Hidup orang ini penuh dengan kecurigaan dan selalu negatif terhadap oranglain. Singkatnya&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=9836\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-9836","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9836"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9837,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9836\/revisions\/9837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}