Browsed by
Month: March 2014

First Thing First!

First Thing First!

Bacaan Markus 10:12-27

Saat Valentine Day, 14 Feb 2014, saya memutuskan untuk belajar di perpustakaan Universitas Berkeley. “Pasti tak banyak anak di sekolah” pikira saya karena dalam kereta menuju sekolah, terlihat penuh mahasiswa sudah berdandan, membawa bunga dan balon, serta bersiap untuk pesta. Ternyata saya salah duga. Lantai dasar penuh orang. saya menemukan tempat di lantai 5, itupun penuh dengan anak yang belajar.

“wah..wah, ini anak-anak jomblo! tak punya pasangan. Di hari Valentine kok malah disibukkan belajar.” Namun saya takjub dengan mereka. Kami semua diam, meski ruangan ini dipenuhi sekitar 150 orang. Hampir semua anak bertahan duduk belajar mulai jam 7 sampai 11 malam. Luar biasa!

Saya yakin, ketika kita tahu apa yang paling penting dan bernilai dalam hidup, kita akan berani mengesampingkan hal lain yang kurang bernilai dan tidak menjadi prioritas. Kita akan mampu mengorbankan sedikit kesenangan dan mau bertahan dalam suasana yang tidak menyenangkan demi mendapatkan dan menghidupi nilai yang lebih tinggi.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan Yesus yang meminta pemuda kaya untuk menjual hartanya dan menjadi murid Yesus. Namun sang pemuda ini dengan sedih pergi meninggalkan Yesus karena dia tak mau kehilangan harta miliknya. Kekayaannya menjadi nilai yang paling berharga, dan membuat dia harus melindunginya, tak mau lepas dari hal yang dia anggap bernilai.

First thing first adalah prinsip memanagemen hidup, membuat urutan nilai dalam hidup, apa yang paling bernilai dalam hidup ini dan kita mau untuk mengorbankan apapun demi mendapatkan nilai ini. Kalau urutan nilai hidup kita tak teratur, kehidupan kita juga amburadul! Maka carilah dan temukanlah nilai hidup yang paling berharga, hayati, dan hidupi sampai kita menemukan kegembiraan dan damai dalam Tuhan!

Kecil Di Hadapan Tuhan

Kecil Di Hadapan Tuhan

Sabtu, 1 Maret 2014
Bacaan I               : Yakobus 5: 13-20
Injil                         : Markus 10: 13-16

 

Kecil Di Hadapan Tuhan
picture_5_400Santa Teresia Lisieux atau sering dikenal dengan Santa Teresia Kecil adalah sosok yang sungguh agung untuk orang Katolik pada abad 20-21 ini. Ia agung bukan karena ia terkenal dengan perbuatan-perbuatannya yang hebat, sama sekali bukan. Justru ia dikenal agung karena hidupnya yang sangat sederhana. Ia adalah seorang biarawati Karmelit. Hidup di dalam biara klausura yang tertutup dan selama hidupnya ia tidak pernah melakukan mukjizat yang hebat-hebat namun mengapa hidupnya begitu dikenal banyak orang dan ia sangat diagungkan oleh Gereja Katolik, bahkan ia diangkat menjadi pelindung Eropa dan pelindung karya misi Gereja serta pelindung novisiat. Letak rahasianya sekali lagi adalah dalam sikapnya yang serba biasa, serba sederhana.
Meskipun apa yang dilakukannya adalah kecil dan sederhana namun ia melakukannya dengan cinta yang sedemikian besar, cinta tulus seorang anak kecil yang polos dan pasrah.  Apa yang dia lakukan sungguh senada dengan apa yang Tuhan firmankan hari ini, “Sungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya”. Ternyata kunci bagi kita untuk bisa masuk Kerajaan Allah adalah mempunyai sikap seperti seorang anak kecil yaitu polos dan pasrah di hadapan Tuhan. namun kita harus ingat hal ini bukan berarti kita harus menjadi kekanak-kanakan, infantile, bukan sama sekali bukan. Namun kita harus memiliki hati yang polos dan penuh kepasrahan kepada Tuhan. Santa Teresia Lisieux, doakanlah kami.
Translate »