Browsed by
Category: renungan

katagory untuk renungan

Renungan Oktober 8

Renungan Oktober 8

Lukas 10: 38-42, “Maria & Marta”

Setiap kali mendengar kisah Maria dan Marta, kita tergoda untuk membandingkan keduanya, mana yang lebih baik, Marta atau Maria? Yang seorang bekerja dan menyiapkan makanan, sedang yang lain diam mendengarkan sabda Yesus. Lalu kita sampai pada kesimpulan, sepertinya Yesus lebih memilih Maria karena dia mendengarkan sabdaNya.

Namun, mari kita lihat bacaan lebih teliti. Saat Marta sibuk dengan pekerjaan rumah tangga, dia berkata pada Yesus, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudariku membiarkanku melakukan semuanya seorang diri?” Dia mulai mengeluh dan berpikir kalau Yesus tidak peduli padanya.

Yesus berkata padanya, “Marta, engkau resah akan segala sesuatu, padahal hanya satu hal yang engkau butuhkan.”

Yesus tidak berkata pada Marta bahwa Maria lebih baik dari padanya. Namun pointnya adalah saat kita melakukan segala sesuatu, lakukanlah itu dengan sepenuh hati, dengan cinta, dan jangan setengah-setengah. Marta sepertinya tidak melakukan pekerjaan dengan sepenuh hatinya, sehingga dia iri dan marah saat saudarinya hanya diam saja, mendengarkan Yesus. Sebaliknya, Maria mendengarkan Yesus dengan sepenuh hatinya, dan tidak memikirkan hal yang lain.

“Ora et Labora”, berdoa dan bekerja adalah kata-kata yang sering kita dengar. Doa kita seharusnya menjadi dasar bagi seluruh kegiatan harian, dan membuat seimbang antara berkerja dan berdoa.

Apakah kita melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati, sepenuh tenaga, dan dengan cinta? ataukah kita sering melakukan tanggung jawab kita dengan keluhan, setengah-setengah, penuh iri hati dan tanpa cinta?

Renungan St Fransiskus Asisi

Renungan St Fransiskus Asisi

Renungan St Fransiskus Asisi

Hari ini (Okt 4) Gereja memperingati santo Fransiskus dari Asisi yang disebut oleh Bapa Paus sebagai “Man of the poor and man who honors the creation.”  Dalam perang salib yang ke 5 tahun 1219, Kaum Muslim menguasai kota Yerusalem, dan pasukan perang salib Kristen berusaha memasuki tanah Israel melalui Mesir. Mereka berencana merebut daerah lembah sungai Nil yang dikuasai pasukan Sultan Al Malik. Namun Fransiskus menolak peperangan ini.

Santo Bonaventura menuliskan bahwa Fransiskus beserta seorang temannya menyeberang ke wilayah Muslim dan bertemu dengan sultan Al Malik. Fransiskus berusaha memahami siapa musuh yang dihadapi pasukan perang salib dengan berdialog dengan sang sultan secara langsung. Karena relasi yang baik antara Fransikus dengan kaum Muslim, tahun 1272, Sultan memberi ijin ordo Fransiskan untuk datang ke Yerusalem dan berkarya di tempat ziarah kaum Kristiani. Tahun 1342, Paus Klemen VI menunjuk Fransiskan sebagai ordo penjaga tempat ziarah Tanah Suci.

Kisah pertemuan Fransiskus dan Sultan menginspirasi kita untuk terus membangun dialog dengan umat beragama lain. Pertemuan membawa pencerahan dan pengetahuan baru akan orang lain, sehingga segala prasangka dan cap buruk akan sirna. Semoga perayaan Santo Fransiskus hari ini membuka hati kita untuk mau mulai membuka dialog, mau mengerti orang lain yang sering berseberangan dengan kita, dan membangun jembatan pertemanan demi kehidupan yang lebih baik.

 

Translate »