MENERIMA DENGAN RENDAH HATI

MENERIMA DENGAN RENDAH HATI

Sabtu, 2 April 2022


Yohanes 7:40-53

Yesus datang untuk memberikan harapan dan keselamatan kepada umat manusia. Banyak orang yang telah melihat Dia dan merasakan kasih dan kebaikan-Nya kemudian percaya bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang telah diramalkan dan ditulis oleh para Nabi di dalam Kitab Suci. Akan tetapi ada sebagian kelompok orang yaitu Farisi dan ahli Taurat yang tidak percaya dan menolak Yesus, dan bahkan mereka menganggap orang-orang yang percaya kepada Yesus, sebagai orang-orang yang sesat. “Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: “Adakah kamu juga disesatkan?”(Yoh 7:45-47).

Dengan demikian orang-orang yang tidak percaya Yesus justru dari kalangan orang-orang terpandang dalam masyarakat yaitu orang Farisi dan Ahli Taurat. Mereka juga mau menangkap Yesus dan menghalangi semua orang untuk bisa mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya dengan kata-kata, hujatan-hujatan dan ancaman-ancaman. “Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.”(Yoh 7:43-44). Mengapa mereka sulit menerima dan percaya kepada Yesus? Semua itu berasal dari kesombongan. Mereka merasa lebih tahu dan ahli dari pada orang lain. Bagi mereka bukan soal kebenaran yang penting sebab yang lebih penting adalah kehormatan dan status mereka yang perlu mereka amankan. Mereka tidak mau ajaran yang mereka pegang dan mereka ajarkan dikalahkan oleh siapa pun. Kehadiran Yesus membuat status mereka terancam karena banyak orang datang dan lebih percaya kepada Yesus dan pengajaran-Nya. “Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata: “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata: “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!”(Yoh 7:40-41).

Karena kesombongan, orang Farisi dan ahli Taurat menjadi buta hatinya dalam melihat karya keselamatan Tuhan Yesus. Karena hati mereka tertutup maka mereka tidak bisa menghargai segala hal yang baik yang telah dilakukan Tuhan Yesus. Dengan demikian, sebelum orang bisa percaya, ia harus berani menyangkal dirinya sendiri, yaitu ke “akuan”- nya, agar ia menyadari dirinya sebagai orang  berdosa dan merindukan belas kasih Allah. Dengan sikap rendah hati maka seseorang akan bisa menerima Yesus dan percaya kepada-Nya. “Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.”(Mzm 149:4)

Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »