Berdoalah dengan Berani!
Bacaan I: James 1:2-8 , Injil Markus 8: 11-13
saudara-saudara, anggaplah suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit ,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Dua minggu ini, Tuhan mempertemukan saya dengan sahabat-sahabat yang mengalami banyak kesulitan hidup karena penyakit dan penderitaan. Seorang teman datang pagi-pagi ke pasturan, “Romo berilah saya minyak suci, karena saya kena tumor otak stadium akhir.” Dia berkisah kalau semenjak kena tumor, pekerjaannya hilang, karena ia sulit mengingat memo-memo dari bos! Tak bisa konsentrasi karena kesulitan mengingat tugas dan tanggung jawab kerja. Kini ia punya banyak waktu untuk diri sendiri, menyibukkan hiidup dalam kegiatan paroki, dan ikut misa harian setiap pagi.
Setelah bergulat dengan rasa sedih berkepanjangan, ia mengalahkan kesakitannya, bisa menerima apa yang dialami dengan lapang dada. “Menerima dengan hati terbuka adalah kunci kegembiraan hidup” katanya sambil tersenyum. Tak ada aura kesedihan atau nada kasihan pada diri sendiri. Ia tegar dan menatap hidup dengan berani! Jangan pernah menyerah! Ia melihat penyakitnya ini sebagai tanda agar makin hidup dekat dengan Allah dan sesama yang menderita. Dulu penyakit dilihat sebagai kutukan, kini dipandang sebagai tanda.
Pada orang-orang Farisi yang tidak percaya, Jesus tidak memberi tanda. Pada angkatan yang jahat ini, Yesus tak memberi satupun tanda. Namun Ia membuat banyak tanda dan mukjijat untuk orang yang percaya dan mencintaiNya. “Berdoalah dengan berani, dan mintalah tanda dari Allah!” Pasti ia akan memberi pada orang yang percaya padaNya!
Suatu kali nabi Elia berdiri di sebuah gunung tinggi dan ia ingin melihat tanda kehadiran Allah. “Pastilah Tuhan hadir dalam badai guruh yang mengerikan!” Katanya. Namun Tuhan ternyata hadir dalam angin sepoi yang menidurkan Elia, sehingga hampir-hampir ia tak merasakan tanda dari Yahwe. Dia tidak hadir dalam taifun yang dasyat, namun Allah ada dalam tiupan angin sepoi pegunungan.
Seberanya berulangkali Tuhan memberi tanda dalam hidup ini. Hanya saja kita kadang tak melihatnya, atau tak memandang hal itu sebagai tanda, dan kita mengabaikan begitu saja. Hari ini berdoalah dengan berani, “Tuhan ajari aku melihat tanda ajaibMu dalam hidup setiap hari!” Kalau kita bisa melihat tanda itu, niscaya kesusahan dan kegembiraan, suka dan derita, serta ratap tangis air mata tetap akan menjadi sarana dan tanda Allah yang menyampaikan pesannya pada kita setiap hari. Amin.
One thought on “Berdoalah dengan Berani!”
Pagi-pagi setelah membaca renungan, seorang pembaca setia lubuk hati mengirimkan link lagu ini:
http://www.youtube.com/watch?v=pQztFd6W1fs
Please check it out!
Terima kasih Tuhan atas pencobaan hidup setiap hari,
thanks Riana!
Comments are closed.