Selamat Hari Raya Natal.

Selamat Hari Raya Natal.

RENUNGAN 25 DESEMBER 2025

Hari penuh sukacita dan kegembiraan bagi orang yang percaya lahirnya Sang Penebus dunia. Kegembiraan bagi semua orang di dunia sebgao hari libur, kesempatan keluarga-keluarga berkumpul bercengkerama menikmati moment special.

Inkarnasi Allah yang sungguh terjadi ribuan tahun lalu dan selalu dihadirkan dan dirayakan kini dalam perayaan Ekaristi. Allah menjadi manusia. Ia sungguh Allah, sungguh manusia. Firman Allah menjadi daging manusia dan tinggal bersama-sama dengan manusia. Dia lahir dari Santa Maria, seorang Perempuan yang berani menjawab “YA” atas rencana Allah di dalam hidupnya. Dia lahir dalam kendang hewan di Betlehem. Ia lahir dalam kesunyian malam, disaksikan Bintang-bintang di langit dan hewan. Ia lahir dalam kandang ketika rumah-rumah tertutup rapat.

Ia lahir sebagai Penebus Dunia yang lemah lembut, membawa sukacita, damai Sejahtera dan kasih karunia dari Allah yang membawa keselamatan. Ia datang untuk mengajak semua orang membaharui hidupnya. Kegelapan masa lalu dan dosa-dosa insani kita telah diampuni dan kita dipanggil menjadi saksi kelahiran yang membawa terang sukacita bagi dunia.

Terang telah datang, sinarnya bercahaya mengusir kegelapan dunia dan kegelapan insani.  Hidup manusia yang sering berada dalam ketidakpastian, kini menemukan jalannya dalam diri Yesus sang bayi mungil yang membawa kepastian pada arah dan tujuan hidup. Di hari yang penuh sukacita hanya ada satu sinar terang bercahaya yaitu yang dibawa oleh Bayi Yesus dalam palungan kendang Betlehem.

Dialah Firman Allah yang menjadi daging manusia, hidup dan tinggal bersama dengan manusia. Dia sangat dekat dengan realitas hidup manusia. Dia Allah yang ikut mengalami dan merasakan peristiwa demi peristiwa yang dialami manusia. Kita melihat betapa besarnya kasih Allah bagi manusia dan seisi dunia ini. Tidak ada satupun yang dibiarkannya berjalan sendiri. Solidaritas Allah menjadi daging manusia dan tinggal bersama manusia sungguh agung dan mulia.Setiap kali kita merayakan kelahiran Yesus Penebus, hendaknya hati kita bersukacita. Tetapi juga jangan hanya berhenti para perayaan seremonial dalam perayaan liturgi. Apalagi kesibukan sebagai panitia Natal, kerapkali membuat kita terasa jauh dari Yesus. Berikanlah kesempatan pada Yesus untuk juga lahir di hati kita masing-masing. Yesus lahir di setiap hati yang belum bersih karena dosa. Yesus Penebus yang lahir di antara korban bencana alam, di antara kaum lemah kecil miskin dan difabel. Semoga Yesus mengubah hati kita. Yesus mengubah setiap hati yang tegar tengkuk dan keras kepala. Semoga kelahiran Yesus juga menjamah setiap pemimpin agar lebih memperhatikan rakyatnya yang tersiksa kelaparan dan tidak hanya berhenti beretorika. Tuhan Yesus sudilah lahir dalam hati kami dan berilah kami damai-Mu yang sejati. (rm. Medyanto, o.carm)

Comments are closed.
Translate »