Sabtu Pekan Biasa IV

Sabtu Pekan Biasa IV

Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
7 Februari 2026
1Raj 3: 4-11 + Mzm 119 + Mrk 6: 30-34

Lectio
Pada waktu kembali berkumpullah rasul-rasul itu dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Meditatio
Yesus mengajak para muridNya beristirahat, karena mereka telah bekerja dengan penuh semangat. ‘Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!’, ajak Yesus. Mereka diajak beristirahat, karena begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Karya pelayanan para murid mendapatkan banyak perhatian. Kendati demikian, par murid harus berani beristirahat.
Mengapa mereka harus beristirahat? Bagaikan pisau harus diasah selalu, demikianlah mereka para murid, dan tentunya juga setiap orang yang aktif dalam karya, harus beristirahat. Orang harus berani beristirahat untuk mengumpulkan tenaga yang hilang. Beristirahat membuktikan keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Tentunya semakin indah lagi, kalau setiap orang berani beristirahat dan menarik nafas bersama dengan Tuhan Yesus sendiri. Dia yang mengajak beristirahat, tentunya Dia juga memberi waktu bagi kita.
Mungkin Yesus bersama para muridNya ini kurang praktis dalam menyingkirkan diri, karena memang ternyata banyak orang mampu mendahului mereka ke tempat yang mereka tuju. Maka ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak. Mereka telah datang mendahului. Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Belaskasih Allah tetap mengatas segala-galanya.
Dan kiranya haruslah kita usahakan mengambil waktu untuk beristirahat bersamaNya, artinya berdoa kepadaNya dan mendengarkan sabda dan kehendakNya. Dia Yesus pasti akan membantu kita. Bukankah Yesus sendiri yang menyatakan datanglah kepadaKu, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.

Oratio
Yesus Kristus, Engkau mengajak para murid untuk beristirahat setelah bekerja keras. Semoga kami pun berani beristirahat guna mengolah kemampuan kami, terlebih beristirahat bersamaMu, menarik nafas sehat bersamaMu selalu. Amin.

Contemplatio
‘Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!’.

Comments are closed.
Translate »