Pemimpin kepada Kebenaran
RP Hugo Susdiyanto O.Carm
Yohanes 16:12-15
Rabu, 13 Mei 2026
Kita tentu mengenal dengan baik salah satu kalimat yang tercantum pada hymne guru, “Engkau sebagai pelita dalam kegelapan”. Yesus adalah guru bagi para rasul, Dia pelita bagi mereka. Dia berasal dari Bapa dan akan kembali kepada Bapa-Nya. Namun Dia tidak akan meninggalkan para rasul sebagi yatim piatu, sebaliknya Dia berjanji akan meminta kepada Bapa penolong yang lain, yakni Roh Kebenaran [Yoh 14:16-17]. Dalam warta hari ini Yesus menjelaskan kepada para murid apa yang akan dilakukan oleh Roh Kebenaran. Bila datang, Ia akan memimpin para murid ke dalam seluruh kebenaran, yang dimaksud tentu bukanlah kebenaran yang bersifat intelektual belaka, melainkan kebenaran yang berkaitan dengan misteri Allah yang dinyatakan melalui Yesus Kristus. Berkat bantuan Roh Kudus para murid akan dapat memahami kehendak Allah dan bagaimana harus bertindak dalam situasi riil yang harus mereka hadapi.
Sebagaimana Yesus tidak berbicara tentang dan dari diri-Nya sendiri, demikian pula Roh Kudus. Dia akan menyampaikan apa yang telah didengar-Nya dari Yesus. Sebagai manusia yang dibatasi rung dan waktu, Yesus telah mengajar orang-orang yang percaya kepada-Nya mengenai kebenaran tentang Bapa dan kehendak-Nya. Sesudah Ia naik ke surga, kembali kepada bapa-Nya, Roh Kuduslah yang akan menolong para murid untuk memahami ajaran yang telah disampaikan-Nya. Dengan demikian, kebenaran yang diajarkan Yesus itu tetap lestari, sekaligus selalu “up to date” sepanjang zaman. Kebenaran ini dialami oleh Paulus di Atena, di mana ia berbicara tentang “allah” orang Yunani yang tidak mereka kenal. Mereka membuat mezbah-mezbah penyembahan dengan tulisan: “kepada allah yang tidak dikenal” [Kis. 17:23]. Sementara Paulus memperkenalkan Allah yang benar, Allah pencipta Semesta, Pencipta langit, bumi dan segala isinya. Allah yang memberi hidup kepada semua orang.
Akan tetapi, perlu kita sadari bahwa tidak semua orang bisa langsung percaya dengan pewartaan yang berasal dari kekuatan Roh Kudus sekalipun. Semuanya membutuhkan waktu, memerlukan proses. Di Atena hanya beberapa orang saja yang menerima pewartaan Paulus: Dionisius, Damaris, dan beberapa orang lainnya. Allahpun tidak pernah membelenggu kebebasan manusia. Orang bebas untuk beriman pada Yesus atau menolak-Nya, mau selamat atau tidak. Karenanya, dengan bimbingan Roh Kudus, Roh Kebenaran tugas kita-lah untuk mewartakan, memperkenalkan Allah yang benar. Mari kita membuka diri kita akan karya Roh Kudus yang telah kita terima saat Pembaptisan, Penguatan.