Pengharapan tidak mengecewakan

Pengharapan tidak mengecewakan

RP Hugo Susdiyanto O.Carm

Markus 12:18-27

Pw Santo Karolus Lwanga dkk, Martir

Dalam masyarakat Yahudi paling kurang di jaman Yesus minimal ada 4 mazhab, yakni Farisi, Saduki, Zelot dan Eseni. Farisi dan Saduki merupukan mazhab yang besar, sedang kedua lainnya kecil. Farisi percaya akan kebangkitan dan malaikat, sedangkan Saduki tidak percaya akan keduanya.

Dalam warta hari ini tampak kepada kita bahwa orang-orang dari mazhab Saduki melemparkan sebuah pertanyaan yang dikemas dalam sebuah perumpamaan yang ekstrem dan berlebihan, yakni tentang seorang perempuan dan tujuh bersaudara yang satu demi satu menjadi suaminya. Tindakan mereka ini sudah sesuai dengan ketentuan Taurat [perkawinan levirat, Ul 25:5]. Persoalannya, nanti di alam kebangkitan, siapa gerangan yang akan menjadi suami si perempuan? Mungkinkah tujuh orang itu sekaligus menjadi suaminya? Orang-orang Saduki mengukur realitas surgawi dengan ukuran duniawi. Mereka salah menggunakan ukuran. Dengan cara pikir itu mereka mengkerdilkan kemahakuasaan Allah. Mereka memenjarakan Tuhan dalam kerangka berpikir manusia yang sempit dan dangkal.

Dengan perumpamaan atau kisah satu perempuan 7 suami, orang-orang Saduki ingin menegaskan bahwa kebangkitan adalah gagasan yang tidak masuk akal. Itulah sebabnya Yesus menanggapi mereka dengan dua jawaban. Pertama, alam kebangkitan berbeda dengan dunia ini. Di alam kebangkitan tidak diperlukan “kawin-mengawin”, karena tidak ada kematian, tidak mengenal kepunahan. Kawin-mengawinkan hanya berguna di dunia, karena ada kematian, kepunahan. Kedua, Abraham, Ishak, dan Yakub sudah mati, tetapi orang menyebut Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub. Karena Ia adalah Allah yang satu untuk orang dari generasi ke generasi, Allah tetap hidup, dan membakitkan mereka yang telah mati. Pesan Yesus jelas: kebangkitan itu sungguh ada. Itulah sebabnya Yesus mengecam mereka dengan ungkapan yang cukup keras, “Kamu benar-benar sesat!” [Mark 12:27].

Bagaimana sebenarnya hidup sesudah mati [dunia kebangkitan] akan tetap merupakan sebuah misteri bagi kita. Kita percaya bahwa kebangkitan adalah anugerah Allah. Keberadaan dunia kebangkitan kiranya merupakan motivasi agar kita selalu berpengharapan, selalu memperjuangkan hal-hal benar dalam hidup dan kehidupan ini, dan tetap teguh dalam setiap rintangan yang kita hadapi. Kebangkitan adalah sebuah realita bahwa kita tidak akan pernah terpisahkan dari kasih Allah, sebagaimana difirmankan, “di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada” [Yoh 14:3]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »