Sabtu Pekan Biasa XI

Sabtu Pekan Biasa XI

Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
20 Juni 2026
Taw 24, 17-24 + Mzm 89 + Mat 6: 24-34

Lectio
Dalam suatu kesempatan bersabdalah Yesus kepada para muridNya: ‘’tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Meditatio
‘’Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain’, tegas Yesus kepada orang-orang yang mendengarkan pengajaranNya. Kemampuan insani yang amat terbatas akan memecah perhatian kita, bila mengabdi dua tuan. Karena itu, ‘kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon’. Setiap orang tidak bisa mengabdi Tuhan dan kekayaan; malah lebih baik kalau kita menyimpan harta yang kita miliki itu dalam surga, sebagaimana yang kita renungkan kemarin.
Mengabdi dua-tuan memang dikerjakan mengingat kekuatiran yang menyelimuti banyak orang. Iman kepercayaan kepada Tuhan yang tidak bersifat matematis membuat mereka mendua-hati dlam menghayati panggilannya. ‘Karena itu Aku berkata kepadamu: janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai’. Tuhan Allah akan atur. Yesus kemudian mempertajam persoalan dan membandingkannya dengan burung di udara, bunga bakung di ladang dan Salomo sendiri. ‘Janganlah kamu kuatir, Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu’, tegas Yesus.
Pernahkah kita mendua-hati sebagaimana dinyatakan Yesus? Kita diundang untuk benar-benar mempunyai iman kepercayaan yang teguh. Rasa kuatir dan gelisah memang seringkali tidak bisa kita hindari, kiranya kita tetap yakin juga bahwasannya iman akan mampu memindahkan gunung ke tengah lautan. Karena itu, ‘carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu’.

Oratio
Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas segala berkatMu yang engkau limpahkan bagi kami, walau tidak dapat disangkal kami seringkali kurang sabar dalam menghadapi segala sesuatu; malah mengkondisikan diri kami kuatir dan gelisah. Kami mohon, tambahkanlah iman kepercayaan kami kepadaMu. Amin.

Contemplatio
’Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »