Manusia adalah mahkota ciptaan
RP Hugo Susdiyanto O.Carm
Mat 8:28-34
Rabu 1 Juli 2026
Paus Leo XIV mengeluarkan ensiklik “Magnifica Humanitas”. Beliau mengingatlan kita bahwa Umat manusia, yang diciptakan oleh Allah dalam segala keagungannya. Dalam Tuhan kita, Yesus Kristus, kemanusiaan dalam keagungannya menjadi Jalan, Kebenaran, dan Hidup, membuka jalan bagi kita masing-masing untuk bertumbuh menuju kepenuhan. Tentang keagungan atau keluhuran manusia tampak jelas dalam warta hari ini.
Seorang yang kerasukan setan, dikuasai roh jahat adalah orang yang kehilangan martabat. Kehadiran Yesus, Sang Putra Allah menggetarkan kuasa jahat, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” [Mat 8:29]. Dalam kepanikannya, kuasa jahat menghardik, mengintimidasi Yesus. Namun Yesus tidak gentar sedikitpun. Karena merasa terdesak, maka kuasa jahat itu berkata kepada Yesus, “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu” [Mat 8:31]. Sungguh luar biasa, rentetan kata dari setan, oleh Yesus dimentahkan hanya dengan satu kata, “pergilah”. Setan-setan itupun pergi. Kenyataan ini menegaskan bahwa kuasa Yesus sungguh luar biasa, sabda-Nya penuh daya.
Kuasa Yesus yang luar biasa ini justru menjadi sumber penolakkan-Nya. Orang Gerada sudah disibukkan dengan dua orang yang kerasukan setan. Dua orang yang kerasukan setan sembuh, datang lagi orang yang lebih hebat. Jika orang ini dibiarkan, maka makin hebat kerugian material mereka. Maka mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Untuk kesekian kalinya, Yesus tidak dimengerti. Inti warta hari ini, Yesus ingin mengembalikan martabat manusia yang telah dikuasai setan, dikuasai dosa. Manusia diciptakan segambar dengan Allah, sebagaimana difirmankan, “Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” [Kej 1:27]. Allah memahkotai manusia dengan kemualiaan dan hormat, “Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat” [Mzm 8:6]. Semoga kita semakin menyadari martabat kita di hadapan Allah, dan mau bekerjasama dengan kuasa-Nya membangun dunia yang lebih adil dan damai.