RENUNGAN: 8 September 2026
Rm. Ignasius Joko Purnomo
Matius 1:1-16.18-23
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Ketika kita mendengar Injil hari ini, mungkin bagian pertama terasa agak membosankan. Kita mendengar begitu banyak nama: Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda, dan seterusnya. Nama demi nama disebutkan sampai akhirnya sampai kepada Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus. Mungkin kita bertanya: mengapa silsilah yang begitu panjang ini dimasukkan ke dalam Injil? Apa pentingnya bagi hidup iman kita? Justru di situlah terdapat sebuah pesan yang sangat indah: Allah bekerja melalui sejarah manusia.
Kelahiran Yesus tidak terjadi begitu saja, seolah-olah tiba-tiba Allah turun dari surga tanpa hubungan dengan perjalanan manusia. Kedatangan Yesus merupakan puncak dari perjalanan panjang sejarah keselamatan. Ada Abraham, ada Daud, ada masa kejayaan, tetapi juga ada masa kegagalan. Ada orang-orang besar, tetapi juga ada orang-orang biasa. Ada kesetiaan, tetapi juga ada kelemahan dan dosa. Namun, di tengah semua itu, satu hal tetap berjalan: rencana Allah. Ini menjadi kabar gembira bagi kita. Sebab kadang-kadang kita melihat hidup kita hanya sebagai kumpulan peristiwa yang terpisah-pisah. Ada masa ketika semuanya berjalan baik. Ada masa ketika kita berhasil. Tetapi ada juga masa kegagalan, kekecewaan, kehilangan, persoalan dalam keluarga, kesalahpahaman, bahkan mungkin pengalaman yang ingin kita lupakan. Lalu kita bertanya: Apakah Tuhan masih bekerja dalam hidup saya? Apakah hidup saya masih mempunyai arti dalam rencana Tuhan? Injil hari ini menjawab: Ya. Tuhan tetap bekerja. Silsilah Yesus mengingatkan kita bahwa Allah tidak hanya bekerja dalam peristiwa-peristiwa besar dan indah. Allah juga bekerja dalam perjalanan yang panjang, kadang berliku, kadang membingungkan, bahkan melalui manusia-manusia yang tidak sempurna.
Saudara-saudari, Allah tidak menunggu sejarah manusia menjadi sempurna terlebih dahulu sebelum Ia hadir. Justru Ia masuk ke dalam sejarah manusia yang nyata, dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Dan puncaknya adalah kelahiran Yesus yang disebut Imanuel: Allah beserta kita. Ini berarti Allah tidak tinggal jauh dari kehidupan manusia. Ia masuk ke dalam sejarah kita. Ia hadir dalam keluarga kita, dalam pekerjaan kita, dalam komunitas kita, dalam sukacita maupun dalam persoalan yang sedang kita hadapi. Maka pertanyaan bagi kita bukanlah: Apakah Allah bekerja dalam hidup saya? Sebab Injil hari ini menegaskan: Allah selalu bekerja. Pertanyaannya adalah: Apakah saya mampu melihat dan percaya kepada karya Allah dalam perjalanan hidup saya? Mungkin hari ini kita belum memahami seluruh cerita hidup kita. Mungkin masih ada halaman-halaman hidup yang penuh tanda tanya. Tetapi kita diajak untuk tidak berhenti percaya. Sebab hidup kita bukan sekadar rangkaian peristiwa yang terjadi tanpa arah. Di tangan Allah, hidup kita adalah bagian dari sebuah perjalanan yang lebih besar. Seperti nama-nama dalam silsilah Yesus, mungkin nama kita tidak tercatat dalam Kitab Suci. Tetapi hidup kita tetap dikenal oleh Allah. Perjalanan kita, pergumulan kita, kegembiraan dan air mata kita, semuanya tidak luput dari perhatian-Nya. Karena itu, marilah kita menjalani hidup dengan penuh harapan. Jangan terlalu cepat mengatakan bahwa hidup kita gagal. Jangan merasa bahwa masa lalu telah menutup masa depan. Jangan mengira bahwa kelemahan kita membuat Allah tidak dapat berkarya. Sebab Injil hari ini mengajarkan kepada kita: Allah adalah Allah yang bekerja dalam sejarah manusia. Ia bekerja dalam perjalanan panjang, melalui manusia yang tidak sempurna, dan sering kali dengan cara yang tidak langsung kita pahami. Maka apa pun yang sedang kita alami hari ini, marilah kita tetap percaya: cerita hidup kita belum selesai. Allah masih menulis sejarah keselamatan dalam hidup kita. Dan selama kita tetap membuka hati, berjalan bersama-Nya, serta menyerahkan hidup kepada-Nya, kita boleh percaya bahwa pada akhirnya kita akan melihat: ternyata, sejak awal, Allah selalu hadir dan bekerja dalam perjalanan hidup kita. Semoga Tuhan memberkati kita semua.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Injil hari ini dimulai dengan silsilah Yesus yang cukup panjang. Matius menyebut nama demi nama, dari Abraham sampai Yusuf, suami Maria. Bagi kita, daftar nama itu mungkin terasa membosankan. Tetapi sebenarnya di dalamnya terkandung pesan iman yang sangat dalam: Allah bekerja melalui sejarah manusia.
Yesus tidak hadir ke dunia secara tiba-tiba. Kedatangan-Nya merupakan puncak dari perjalanan panjang sejarah keselamatan. Di dalam perjalanan itu ada manusia yang setia, tetapi juga ada yang jatuh dan mengalami kelemahan. Ada keberhasilan, tetapi juga ada kegagalan. Namun, di tengah semuanya itu, rencana Allah tetap berjalan.
Pesan ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Hidup kita pun merupakan sebuah perjalanan. Tidak semuanya berjalan seperti yang kita harapkan. Ada saat kita mengalami keberhasilan dan kebahagiaan, tetapi ada juga saat kita mengalami kegagalan, kekecewaan, persoalan, bahkan pengalaman yang sulit kita pahami. Dalam keadaan seperti itu, kita mungkin bertanya: “Tuhan, di mana Engkau? Mengapa saya harus mengalami semua ini?”
Injil hari ini mengajak kita percaya bahwa Allah tetap bekerja, bahkan ketika kita belum mampu melihat karya-Nya. Kita sering hanya melihat satu bagian kecil dari hidup kita. Allah melihat seluruh perjalanan. Apa yang sekarang kita anggap sebagai kegagalan, mungkin justru sedang dipakai Tuhan untuk membentuk kita. Pengalaman yang menyakitkan mungkin membuat kita menjadi lebih kuat dan lebih peka terhadap penderitaan orang lain. Bahkan kesalahan masa lalu dapat menjadi jalan bagi pertobatan dan perubahan hidup. Karena itu, jangan terlalu cepat mengatakan bahwa hidup kita gagal hanya karena ada bagian yang tidak sesuai dengan harapan kita. Cerita hidup kita belum selesai.
Saudara-saudari yang terkasih, setelah silsilah itu, Matius menyampaikan sesuatu yang menjadi inti seluruh kisah ini. Yesus disebut Imanuel, yang berarti “Allah beserta kita.” Allah yang bekerja dalam sejarah manusia bukanlah Allah yang jauh. Ia masuk ke dalam kehidupan manusia. Ia hadir dalam keluarga kita, dalam pekerjaan kita, dalam kegembiraan kita, tetapi juga dalam pergumulan dan kesulitan kita. Allah beserta kita. Maka ketika hidup terasa berat, jangan berpikir bahwa Tuhan meninggalkan kita. Ketika doa belum terjawab, jangan mengira bahwa Tuhan tidak mendengarkan. Ketika jalan hidup terasa berliku, jangan kehilangan harapan. Boleh jadi kita belum memahami apa yang sedang Tuhan kerjakan. Tetapi iman mengajak kita percaya: Allah tetap bekerja. Ia bekerja melalui manusia dengan segala keterbatasannya. Maka kita pun tidak perlu merasa bahwa kelemahan dan masa lalu kita membuat kita tidak berguna bagi Tuhan. Yang Tuhan kehendaki adalah hati yang terbuka dan kesediaan untuk berjalan bersama-Nya. Allah sedang bekerja di dalam perjalanan hidup kita. Mungkin kita belum memahami seluruh rencana-Nya. Tetapi kita percaya bahwa hidup kita berada dalam tangan-Nya. Maka, apa pun yang sedang kita alami hari ini, marilah kita berkata: “Tuhan, saya tidak selalu mengerti jalan-Mu, tetapi saya percaya Engkau berjalan bersama saya.”
Sebab itulah kabar gembira Injil hari ini: Allah hadir dan bekerja di tengah sejarah manusia. Ia bekerja melalui manusia yang tidak sempurna, melalui perjalanan yang panjang, dan sering kali melalui jalan yang tidak kita mengerti.
Maka jangan kehilangan harapan.
Cerita hidup kita belum selesai. Allah masih menulis sejarah keselamatan dalam hidup kita.
Dan kita percaya: Imanuel—Allah beserta kita.