Minggu I Masa Puasa

Minggu I Masa Puasa

Mateus 25:31-46

matthew

“…sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mt. 25:40)
Saudara-i sekalian! Dalam dan selama masa Puasa ini kita diberi kesempatan untuk menemui, merasakan kehadiran Tuhan dan membaharui hati kita dari sikap ingat diri ke sikap hati yang dermawan (generosity). Pada kesempatan yang sangat istimewa ini sikap kasih/cinta kita kepada sesama akan dapat dimurnikan apabila kita bersedia melalui renungan-renungan, meditasi, refleksi dan latihan-latihan rohani lainnya ketika  dipertentangkan dengan sikap-sikap kita yang materialist dan ingat diri. Dari semua latihan rohani untuk pembaharuan hidup seperti halnya juga physical exercises dengan  pelbagai macam ragam dan bentuknya, kita juga diingatkan akan tiga bentuk utama latihan rohani yakni doa, puasa dan amal. Dari bacaan injil hari ini kembali kita diingatkan akan salah satu dari tiga bentuk latihan rohani diatas yakni “perbuatan baik”.
Dalam “penghakiman terakhir”, Yesus mengidentifikasikan diriNya dengan orang miskin, orang-orang yang terbuang dan orang-orang yang menderita, yang sakit. Yesus mengangkat tindakan penghakiman itu dalam sebuah perumpamaan. “Apabila anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di ats takhta kemuliaanNya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. Dan raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh bapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan”.
Yesus mengganjari mereka berdasarkan perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan, karena ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian dan seterusnya. Lalu ketika mereka bertanya kepada Yesus “kapan hal itu terjadi?” Yesus menjawab, “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kau telah melakukannya untuk Aku”.
Tetapi untuk mereka yang disebelah kiriNya yang samasekali tidak memberikan perhatian kepada orang-orang kecil dan menderita Yesus mengatakan: “Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya”. Inilah tempat bagi mereka yang tidak pernah memberi perhatian kepada mereka yang miskin, yang sakit ataupun mereka yang di dalam penjara.
Singkatnya, saudara-saudariku terkasih. Disebelah manakah kita akan menempatkan diri kita. Apakah saya selama ini dan tidak hanya dalam masa puasa pernah memberikan perhatian kepada yang lapar, yang haus dan yang tidak beruntung? Akankah Yesus mengganjari saya dengan siksaan yang kekal atau dengan kehidupan kekal? Oleh karena itu selama masa puasa ini kita semua diberi kesempatan untuk fokus dalam latihan-latihan rohani melalui tindakan-tindakan konkrit/nyata yang ditawarkan.
Comments are closed.
Translate »