Suara Rakyat Suara Tuhan

Suara Rakyat Suara Tuhan

Bacaan I               : Kisah Para Rasul 2: 14.22-33

Injil                         : Lukas 24: 13-35

Ada sebuah peribahasa dalam Latin yang mengatakan demikian Vox Populi Vox Dei, suara rakayat adalah suara Tuhan. Sepintas ide yang tampak dalam peribahasa ini sungguh mulia, mengapa? Karena peribahasa ini menggunakan rakyat yang nota bee, adalah orag-orang kecil (miskin, tak terpelajar, tertindas) sebagai tameng, sebagai alibi untuk membenarkan ide yang ada di balik gagasan peribahasa tersebut. Mungin kita bisa membenarkan bila ide yang dibawa adalah baik, namun bagaimana kalau ide yang dibawa adalah jahat? Contoh saja korupsi, penyalahgunaan obat-obatan, seks bebas dan lain sebagainya. Apakah suara mayoritas masyarakat yang mengusung hal-hal demikian adalah suara Tuhan? kiranya tidak demikian. Jadi tidak selalu benar bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan, tidak selalu benar bahwa suara mayoritas adalah suara yang mengusung kebenaran.

Hari ini dalam Injil kita mendengar bagaimana Yesus dikurbankan karena masyarakat Yahudi pada saat Yesus diadili di hadapan Pilatus meminta supaya Yesus dihukum mati dengan cara disalibkan. Pilatus sudah berusaha membela Yesus namun toh ia kalah karena didesak rakyat yang meminta Yesus untuk dihukum mati. Kita tentunya bisa memahami keadaan Pilatus.

Terkadang kitapun juga mengalami keadaan seperti yang dialami oleh Pilatus, memenuhi tuntutan banyak orang walaupun terkadang harus bertentangan dengan suara hati nurani kita. Berbahagialah kita yang mampu bersikap bebas dari berbagai tekanan di sekitar kita. Maka marilah kita mohon kekuatan dari Tuhan agar kita mampu bersikap bebas merdeka dalam menykapi banyaknya tuntutan yang ada di sekitar kita yang terkadang bertentangan dengan hati nurani kita. Amin.

Comments are closed.
Translate »