Hati Yang Maha Luas
Bacaan I : Kisah Para Rasul 6: 8-15
Injil : Yohanes 6: 22-29
Salah satu kecenderungan kita umat manusia adalah keinginan kita untuk memuaskan rasa ingin tahu kita yang tanpa batas. Karena didorong oleh rasa haus dan lapar akan pengetahuan maka kita terus berusaha mencari dan memenuhi hidup kita dengan pengetahuan dan bahkan materi tanpa batas. Maka alangkah menderitanya kita jika hal ini terjadi pada kita. Memang hati kita ini diciptakan sedemikian luasnya oleh Allah, sehingga apapun yang kita masukkan dalam hati kita tidak pernah akan memuaskan diri kita. Oleh karena itu hati kita yang maha luas hanya dapat dipuaskan oleh Tuhan sendiri. bila hati kita dipenuhi oleh Tuhan, pada saat itulah hati kita akan terpuaskan.
Hari ini dalam Injil kita mendengar bagaimana Tuhan Yesus menegur banyak orang yang berbondong-bondong datang kepadaNya. Ia tidak menyalahkan mereka, namun yang Ia tidak sukai adalah motivasi mereka datang menemui Yesus. Mereka bukan datang untuk menemui Yesus namun pertama-tama hanya ingin tahu Yesus itu seperti apa, ingin melihat mujizat yang diperbuat oleh Yesus, ingin merasakan makan roti hasil mujizat sim salabim dan lain sebagainya. Sekali lagi Yesus tidak menyalahkan mereka namun Yesus ingin membetulkan motivasi mereka. Oleh karena itu Yesus memberi mereka pesan bahwa bila mereka ingin dapat diterima oleh Allah maka mereka harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diminta oleh Allah. dan pekerjaan itu adalah supaya mereka “percaya kepada Dia yang telah diutus Allah”.
Percaya kepada Allah berarti kita memberikan hati kita kepada Allah untuk hanya diisi oleh Allah semata-mata. Karena hanya dengan cara inilah maka hidup kita akan terpuaskan, kita tidak akan lagi lapar dan haus akan pengetahuan, materi maupun hal-hal lain yang terkadang membelenggu hidup kita. Mintalah rahmat kepada Tuhan agar hidup dan karya kita sungguh dipenuhi oleh Allah. Amin.