Bersatu

Bersatu

Bacaan I               : Kisah Para Rasul 9: 1-20

Injil                         : Yohanes 6: 52-59

 

Kita orang Asia punya kebiasaan yang aneh ketika menimang-nimang seorang bayi yang sungguh imut dan lucu serta menggemaskan. Ketika menimang mereka kita sering kali mengatakan kepada anak itu, “kamu menggemaskan sekali, tak makan kamu”. Si anak sama sekali tidak takut, malah sebaliknya dia akan tersenyum kegirangan. Pertama karena dia tidak tahu apa yang kita omongkan, kedua karena ia melihat ungkapan kita yang gemas ini sama sekali tidak menakutkan dan bahkan cenderung lucu dan mengundang tawa anak tersebut. Padahal kalau dilihat ungkapan tadi sepintas terasa sarkasme, kasar dan tidak manusiawi serta ada konotasi kanibalisme di dalamnya. Benarkah demikian? Tidak, sama sekali tidak. Yang ada di dalamnya pertama-tama kita ingin agar anak itu menjadi bagian dari diri kita, karena saking gemasnya kita melihat dia, maka kita ingin agar anak itu menjadi bagian dari diri kita.

Hari ini Yesus dalam Injil mengatakan hal yang senada. Ia sengaja memberikan dirinya sebagai makanan, sungguh-sungguh makanan. Tujuannya agar orang yang memakan tubuhnya beroleh bagian dalam Dia, yaitu hidup kekal. Yesus ingin agar setiap orang dapat diselamatkan berkat tubuh dan darahNya. Apakah hal ini masuk akal? Saya kira demikian, sah-sah saja jika Yesus berkata demikian. Ia sangat mencintai kita, dan Ia tahu bahwa Ia sebagai manusia ilahi ingin agar kitapun dapat beroleh bagian keilahianNya. Dan Ia tahu bahwa hal itu dapat terwujud bila orang mau memakan tubuhNya dan minum darahNya. Maka berbahagialah kita yang diundang Tuhan untuk menerima tubuh dan darahNya. Terpujilah Tuhan.

Comments are closed.
Translate »