Sejarah Gelap “Mother’s Day”

Sejarah Gelap “Mother’s Day”

Minggu ini seluruh mata dunia tertuju pada 273 para ibu Nigeria yang menangisi anak perempuan mereka hilang diculik kelompok Islam radikal, Boko Haram. Salah satu anak yang berhasil melarikan diri, tak mau lagi berangkat sekolah karena ketakutan dan mengalami trauma berat atas peristiwa penculikan yang dialaminya. Polisi setempat mengisahkan kalau sebagian anak telah dijual ke negara lain menjadi budak dan pekerja. Kisah tragis di hari Minggu “Mother’s Day.”

Hari ini, 11 Mei 2014 tepat orang Amerika memperingati 100 tahun dideklarasikan  hari ibu oleh Presiden Woodrow Wilson. Kisah ini dimulai ketika seorang ibu muda dari Boston, Anna Reeves Jarvis, mendirikan organisasi para perempuan tahun 1850 untuk membantu para ibu dalam soal kesehatan dan mengurangi angka kematian kelahiran setelah perang sipil. Para ibu juga terlibat dalam mempromosikan gerakan damai dalam penyelesaian konflik.

Saan Reeves Jarvis meninggal tahun 1905, Anna Jarvis, sang anak, melanjutkan gerakan ibunya meneruskan pembelaan pada perempuan. Selama beberapa tahun Anna sempat menolak dan mengkritik “Mother’s Day” yang sudah dideklarasikan oleh kongres, karena peringatan itu hanya menjadi perayaan semu, pesta makan, dan tradisi konsumerisme. Hari ini, orang Amerika telah membeli barang- barang untuk para ibu sebesar $ 18 juta. Mother Day  menjadi hari libur terbesar kedua setelah Natal  yang dipakai orang untuk belanja dan makan diluar, mentraktir para ibu.

Semoga disela-sela kegembiraan “Mother’s Day” kita masih ingat banyaknya ibu yang meninggal karena kesulitan mendapatkan sarana kesehatan dan obat, mengalami kekerasan rumah tangga, dan menagis sedih kehilangan anak-anak mereka yang diculik, dan belum kembali.

Selamat hari Ibu! Terima kasih atas segala curahan kasih dan perhatian serta pengurbanan para ibu untuk mendidik anak, mencintai suami, serta menjaga keutuhan rumah tangga. Tuhan memberkati anda semua!

Comments are closed.
Translate »