Kesepian
Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Pernah kesepian yang dalam di tengah kerumunan orang? pernah merasa begitu sendirian, seperti tak ada teman dalam perjalanan hidup? Kesepian dan kesendirian adalah pengalaman mental dan emosional yang kita bawa sejak kanak-kanak. Semua anak pernah merasa ditolak, disingkirkan, tidak dihargai, terasing, dan tak dicintai. Mereka menangis dan sedih! Pengalaman ini terekam dalam memori sampai kita dewasa.
Para murid Yesus merasa gelisah dan berduka, karena sang guru tak bersama lagi mereka. Yesus menghibur dengan berkata, “Jangan gelisah hatimu. Damai kuberikan dan kutinggalkan bagimu.” Kedamaian dan damai adalah obat kesepian dan kesendirian.
Bagaimana kita menghadapi kesepian dan kesendirian?
1. Sadarilah bahwa kesepian adalah suatu perasaan bukan sebuah fakta: rasa sepi dan sendiri muncul karena ada pemicu yang membuat kita kembali pada perasaan saat kita suatu kali pernah merasa ditolak dan tak dicintai. Perasan sendiri dan kesepian bukanlah fakta bahwa kita tak dicintai dan ditinggalkan. Hadapi perasaan itu, jangan mengelak dan terimalah tapi tak perlu over reaktif.
2. Jangan kita membuat “drama” atas diri kita sendiri. Anak-anak sering berfikir kalau mereka sedang sedih dan sendiri, mereka mengira kalau diri mereka tak dicintai lagi, lalu menangis sedih. Belajarlah bahwa kesendirian tak perlu dihindari, jangan dibesar-besarkan, tapi kuatlah dan tataplah itu semua.
3. Focuslah pada perasaan dan kebutuhan orang lain, tidak berpusat pada diri sendiri. Ketika merasa sedih dan kesepian, keluarlah dari kamar! Berjalanlah beberapa blok dari rumah, tersenyum pada orang yang ditemui, berinteraksi dengan tetangga dan anjing mereka, atau mulai membangun komunitas yang menjadi perhatian kita.
4. Berdoalah pada Allah, “Tuhan berilah damaiMu dan jangan biarkan hatiku gelisah, karena Engkaulah sumber penghiburan kami.” Mintalah rahmat Roh Kudus pada Tuhan agar damai yang dia tinggalkan untuk para rasul juga mengalir dalam hidup kita, mengalir, dan memenuhi hati, membakar semangat serta menginspirasi hidup untuk terus melangkah di tengah kesepian dan kesendirian. Yakinlah bahwa semua itu bakal berlalu kaerna kekuatan rahmat Allah dalam Roh Kudus
5. Biarlah Tuhan mengubah kesepian dan kesendirian menjadi keheningan dan kedamaian bersama Allah. Keheningan adalah peristiwa kita sendirian, tapi tak merasa ditinggalkan, sendirian tapi tetap dicintai, sendirian tapi tetap tengan dan damai karena Allah ada di dalam kita.