Bukan Kotaku!
Bacaan: Yohanes 15: 18-20
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.
Hari ini kami menginap di Klamath Falls, sebuah kota kecil 60 miles setelah perbatasan California dan Oregon. Hampir semua orang di rombongan kami, 42 peziarah dari San Fransisco, berkomentar, “hmmmm sepi sekali kotanya!” “Aku tak mau tinggal di sini!” “Ndak ada apa-apa!” Kebanyakan peziarah hanya memasuki gereja Hati Kudus saat ada di downtown kota. Sepi..sepi..dan tak ada hal lain yang bisa dilihat selain sungai di pinggir kota.
Kami merasa asing, seakan kota ini bukan bagian dari hidup kami yang biasanya bising, padat, penuh mobil, dan ramai. Sebagian dari kami tidak terbiasa lagi melihat daerah yang damai, suasana lebih tenang, hidup tidak tergesa-gesa, tak ada kemacetan. Orang takut sepi, tak ingin berada dalam suasana asing yang tidak terbiasa. Padahal ketakukan akan kesepian dan ketengan bisa menjadi tanda kalau kita juga takut melihat diri kita sendiri.
Hari ini Yesus berkata, kita para pengikutNya bukan berasal dari dunia, tapi dari Allah. Dunia yang penuh kebisingan, ramai, dan tak pernah istirahat membuat kita sibuk dengan keadaan diluar. Sampai kadang kita lupa akan suasana batin terdalam. Keramaian dan kesibukan bisa membunuh suara batin kita yang butuh didengarkan dalam suasana hening dan diam.
Semoga perjalanan 3 hari berziarah menuju gua Maria berduka cita di Portland, memampukan sebagian dari peziarah ini untuk melihat hidup lebih dalam. Tidak terseret kesibukan tengah kota San Fransisco, dan membuat hidup menjadi dangkal tanpa makna dan guna bagi Allah dan sesama
Dalam peziarahan menuju Oregon