Buah Roh Kudus (1)

Buah Roh Kudus (1)

  Bacaan Galatia 5: 22-26

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.  Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,  dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Kalau anda ingin tahun bagaimana mendeteksi diri kita apakah Roh Kudus berbuah dalam hidup, kita bisa merenungkan dari bacaan Galatia 5. Saat kita menerima baptisan, Roh Kudus telah dicurahkan pada kita. Pun saat Sakramen Krisma diterima, Roh Kudus juga mengajar kita agar makin dewasa dalam hidup beriman. Kini kita perlu bertanya, “Apakah Roh Kudus itu telah bekerja dalam hidup?”

Buah pertama dari Roh Kudus adalah Kasih. Kasih memampukan orang memberikan diri pada sesama tanpa melihat apakah orang yang diberi bisa membalas atau tidak. Bukanlah anda lebih bahagia ketika bisa membantu orang yang tidak bisa membalas pada kita? Namun sayangnya, kita sering mengasihi orang dan berharap orang tersebut membalas kasih kita dengan memberi kita sesuatu kembali. Dan kita sakit hati juga kecewa saat harapan kita tak terjadi. Orang yang kita harapkan mengasihi, ternyata melupakan dan mengabaikan.

Buah Roh Kudus kedua adalah suka cita. Suka cita lebih dari rasa gembira. Suka cita lebih mendalam dan bersumber dari kedalaman batin yang menemukan kasih Allah. Sedang kegembiraan berasal dari luar. Suka cita itu membawa pada sikap syukur atas rahmat yang diterima dalam kehidupan. Suka cita memampukan orang berucap terima kasih atas kehidupan.

Buah Roh Kudus ketiga adalah damai sejahtera. Rasa damai ini bukan hanya perasaan diri yang merasa tenang dan tak ada masalah. Damai sejahtera Roh Kudus memampukan orang untuk berdamai dengan musuh, menerima orang yang tidak sependapat dan toleran dengan orang yang berbeda dengan kita. Damai memampukan orang untuk hidup dalam perbedaan tanpa berkonflik. Damai membuat orang bisa menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Buah Roh Kudus yang keempat adalah kesabaran. Sabar menjadi ciri orang yang bisa mengendalikan diri, mengontrol emosi, tak meluap-luap ketika sedang dilanda amarah, bisa menyalurkan rasa tidak suka dengan sopan, tak harus bersikap kasar.

Mari kita melihat diri, apakah 4 buah Roh Kudus ini telah bertumbuh ataukah mandul dalam kehidupan kita? (bersambung buah Roh Kudus 2).

Comments are closed.
Translate »