Buah Roh Kudus (2)
Bacaan : Galatians 5:22-23
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Buah Roh Kudus yang kelima adalah kemurahan hati. Kemurahan hati bersumber dari kemampuan seseorang melihat apa yang dibutuhkan orang lain, bukan hanya melihat kebutuhannya sendiri. Orang bisa murah hati ketika dia sudah merasa “kaya” dalam kehidupan. Kaya bukan karena bisa mengumpulkan harta yang banyak untuk diri sendiri. Namun kemampuan untuk berbagi segala sesuatu pada orang yang membutuhkan, tidak hanya harta, tapi juga pengalaman, perhatian, dan waktu.
Buah Roh yang keenam adalah kebaikan. Kebaikan dalam Kitab Suci adalah kemampuan seseorang untuk melihat hal baik dalam diri orang lain. Ketika anda membenci orang, kita melihat sesuatu yang buruk dalam diri orang, dan semua itu menutup mata kita untuk melihat hal baik dalam diri mereka. Kini cobalah melihat lebih mendalam, bahwa Allah memberikan kebaikan dalam diri setiap orang. Ketika Allah menciptakan manusia, dia berkata, “sungguh baik!” Semoga kita bisa melihat orang lain dari kaca mata Allah.
Kesetiaan ada dalam diri seseorang ketika dia bisa bertahan dalam nilai hidup yang dia yakini baik dan benar. Kesetiaan kita sering diuji saat kita melihat banyak orang lain melanggar dan menganggap pelanggaran itu “wajar dan biasa.” Bahkan orang akan mengatakan, “Lebih baik ikut arus dari pada dikucilkan orang!” Seberapa besar kita bisa bertahan dalam kesetiaan kita, di saat banyak tantangan di tengah jalan?
Orang sering menganggap kalau lemah lembut itu sama dengan kelemahan, tak kuat. Padahal hal itu berbeda sama sekali. Yesus yang lemah lembut mampu membuatnya tahu perasaan orang lain, memahami orang yang menderita, dan tahu kesulitan mereka. Lemah lembut membuat orang bisa berbela rasa, hatinya tidak keras membatu, tapi mudah digerakkan oleh belas kasihan. Semoga hati kita tidak keras dan beku, tapi lembut dan mudah merasakan Allah yang hadir dalam diri sesama, terutama mereka yang dilupakan dan sengsara.