Akulah Magdalena!

Akulah Magdalena!

Ove-03-NatGal

Bacaan Lukas 8:1-3

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Aku adalah orang yang paling beruntung di dunia karena menjadi salah satu perempuan yang ada bersama Yesus sejak awal misinya di Galilea. Sebagian dari kami termasuk kelompok orang berada yang biasa mengelola keuangan sendiri. Salah satu contohnya, Yohana, dia istri dari Khusa seorang bendahara raja Herodes yang berkuasa di wilayah Galilea. Dan masih banyak perempuan lain turut mendukung karya pelayanan Yesus dari Galilea sampai Yerusalem.

Injil Yohanes 20:11-18 mengisahkan diriku menjadi perempuan pertama yang mendapat penampakan Yesus pada kebangkitanNya. Bahkan Tuhan sendiri menyuruhku mengabarkan peristiwa ini pada para murid yang lain. Sesudah aku mengisahkan penampakan itu, Petrus dan Yohanes berlari ke kubur. Namun mereka tak mendapatkan apa yang aku alami. Baru sesudahnya, Yesus menampakan diri berulangk kali pada mereka di seputar danau Galilea.

Beberapa kitab yang ditemukan di daerah Mesir pada tahun 1900an mengisahkan pula bagaimana kehidupanku. Kitab-kitab itu termasuk kitab apokrif, tulisan berasal dari abad ke 3-4 Masehi yang tidak diakui sebagai kitab suci Kristen. Namun demikian, kalian toh bisa tahu siapa aku. Misalnya dalam kitab “Dialog dengan sang Penyelamat” dikisahkan aku lah perempuan satu-satunya yang ada bersama para murid. Misalnya 142:11-13 menceritakan kalau akulah perempuan yang memahami ajaran Yesus secara penuh.

Teks “Sophia of Jesus Christ” mengisahkan kalau diriku ada bersama 7 perempuan lain yang berkumpul bersama setelah Yesus naik ke surga. Di bagian akhir teks itu tertulis kalau Yesus berkata pada ku, “Aku memberimu kuasa atas semuanya sebagai anak-anak terang.” Sepertinya Tuhan Yesus mengutus perempuan juga untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia.

Teks yang lain, “Pistis Sophia” mengisahkan kalau aku juga punya peran besar diantara para murid. Aku lebih sering bertanya pada sang Guru dibanding murid yang lain, sampai Dia berkata, “Hatimu terarah ke kerajaan surga melebihi semua saudara lelaki” (26:17-20).

Tulisan-tulisan itu hendak mengisahkan kalau perempuan sejak awal kekristenan sudah berperan besar dalam misi Gereja. Kalau sekarang kita membandingkan, mana yang lebih banyak datang ke Gereja, lelaki atau perempuan? Siapa yang lebih aktif dalam kegiatan paroki? Sepertinya perempuan lebih mendominasi dalam berbagai kegiatan Gereja.

Karenanya, para pemimpin Gereja perlu membuat peran mereka makin strategis, agar bisa ikut mengambil keputusan dalam hidup berjemaat, memimpin dan ambil bagian dalam karya misi, serta turut memberdayakan para perempuan yang masih ditinggal di belakang layar.

Comments are closed.
Translate »