Kita harus berjuang untuk bisa menjadi seperti Santu Paulus dalam kesetiaan dan kesuciannya

Kita harus berjuang untuk bisa menjadi seperti Santu Paulus dalam kesetiaan dan kesuciannya

Filipi 3:17-4:1
Luke 16;-8

Saudara-saudari terkasih,

Hari ini kita semua melalui bacaan-bacaannya ditantang bagaimana seharusnya kita menghadapi kehidupan dunia ini dengan segala sepak terjangnya. Di satu pihak, Santu Paulus menegaskan agar kita semoga mampu mengikuti Yesus, sebagaimana ia sendiri telah mengalami dan merasakan betapa besar arti dan makna dari kehidupan yang sebenarnya ketika ia telah menyerahkan diri untuk hidup dalam Kristus. Dan di pihak yang lain, Yesus sendiri dalam bacaan injil hari ini memberikan suatu pujian yang berupa sindiran kepada manager yang tidak jujur yang berusaha untuk mencari untung untuk diri sendiri setelah ia menyadari bahwa dia akan segera dipecat oleh tuannya.

Kepada jemaat di Filipi St. Paulus menegaskan agar mereka dapat mengikuti jejaknya; tidak berarti bahwa dia mau menunjukkan kesombongannya ataupun keunggulan serta kelebihannya. Tetapi justru ia mau menunjukan sikap pastoralnya kepada mereka. Ia mengatakan bahwa tubuh yang kita miliki ini pada suatu hari akan dimuliakan di kerajaan surga, kalau kita bisa konsekuen dengan ajaran Yesus.

Saudara-saudari terkasih,

Hari ini kita coba meluangkan waktu sejenak merenungkan apa yang Santu Paulus katakan dalam suratnya kepada jemaat di Filipi; kita akan dapat berkesimpulan bahwa santu Paulus adalah benar-benar seseorang yang tidak plin-plan. Melainkan ia benar-benar konsekuen dengan komitmennya memberitakanbahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh telah menderita, wafat dan bangkit dari antara orang mati untuk keselamatan ataupun kepentingan kita. Ia yang telah menjelma menjadi manusia, menjadi sama seperti kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa; dan inilah yang menjadi topik utama dalam pewartaan Paulus.

Selanjutnya dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berbicara tentang bendahara yang tidak jujur dan yang telah menghamburkan harta milik tuannya. Sang bendahara mencoba memanipulasi uang tuannya untuk dirinya sendiri, ia lalu coba mencari keuntungan dari mereka yang telah berhutang kepada tuannya. Yesus menyampaikan kepada para muridNya bahwa kita perlu bertindak cerdik. Karena kekayaan dunia ini datang dan pergi seperti yang kita lihat pada saat ini. Tetapi Yesus menghendaki agar agar kita bisa memperhatikan harta benda rohani juga seperti kita selalu memperhatikan harta benda duniawi. Untuk kita sebagai orang Katolik, kita mempunyai sakramen-sakramen, kesetiaan kita menghadiri perayaan Ekaristi dan atau menjalani doa-doa harian kita. Karena pada bagian terakhir dari bab ini Yesus mengatakan …”Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Lukas16:13)

Saudara-saudari terkasih,

Lalu apa yang dapat kita petik dari bacaan-bacaan hari ini? Baik Yesus maupun Santu Paulus menyampaikan kepada kita bahwa kita tidak dapat bergantung pada harta kekayaan duniawi semata untuk mencapai kehidupan kekal. Karena sementara kita mempergunakan harta kekayaan duniawi itu untuk kesejahteraan hidup keluarga dan diri sendiri, kita perlu menyadari bahwa kita tidak hanya sibuk dan hidup untuk uang belaka. Santu Paulus sendiri pernah mengatakan bahwa “Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan”. (Lukas 3:4) Selanjutnya Yesus sendiri menegaskan bahwa keinginan kita akan harta benda duniawi tidak akan menghantar kita ke kerajaan surga. Oleh karena itu marilah kita lebih bersikap sportif satu terhadap yang lain dalam doa, konsekuen dengan panggilan yang telah kita terima, terutama kalau kita senantiasa bersatu dalam doa dan korban…kalau mungkin bisa mengikuti perayaan ekaristi setiap hari sebagai suatu tanda bahwa kita benar-benar mau selalu bersatu dan ada bersama Yesus sekarang dan selama-lamanya, Amin.

Comments are closed.
Translate ยป