Saint Damien dari Molokai, Hawaii

Saint Damien dari Molokai, Hawaii

molokai

Lubukhati akan menghadirkan video kisah hidup Santo Damian dari Molokai Hawaii bersama Rm Lusius Nimu SSCC dan Rm. Patrick Killelea SSCC

Tahun 1860 penyakit lepra (Hensen’s decease) mulai menyerang penduduk di kepulauan Hawaii. Banyak orang meninggal karena tak ada obat yang bisa menyembuhkan mereka. Raja Hawaii Kamehameha V menjadikan Molokai, sebuah pulau di Hawaii sebagai tempat pengasingan bagi orang kusta. Pemerintah Hawaii membiarkan orang-orang kusta itu hidup di Kalaupapa dan Kalawao.

10 Mei 1873 Romo Damien SSCC tiba di Kalaupapa dan dia mulai bekerja mengumpulkan orang-orang Lepra, membangun rumah dan mendirikan paroki. Dia tidak hanya romo yang melayani misa, tapi dia membangun masyarakat orang Lepra: mendirikan komunitas sekolah anak-anak, membuat peti mati, mendirikan gereja dengan tangannya sendiri. Dia tinggal dan hidup bersama orang-orang kusta yang dibuang oleh keluarganya.

Dalam suratnya kepada Pamphile, kakaknya, Damien menulis, “Aku membuat diriku sendiri seorang kusta bersama dengan para Kusta agar aku bisa mendapatkan mereka semua pada Kristus.”

Desember 1884, Damien mulai terjangkit kusta. Meskipun dia sempat mendapat pengobatan di Honolulu dari Dr. Goto tahun 1886, penyakitnya tak sembuh juga. Akhirnya pada tanggal 5 April 1889, pkl. 08.00 am, Damien meninggal dunia di usia 49 th. Orang-orang Kalaupapa menangisinya karena dia telah memberikan seluruh hidupnya selama 16 tahun pada mereka, kaum terbuang. Dia dimakankan di Kawalao, di tempat dia berkarya bagi kaum kusta.

Februari 21, 2009 Paus Benediktus XVI menjadikan Romo Damien menjadi santo, dia menjadi santo pelindung orang sakit. Hingga hari ini, Kalaupapa masih menjadi tempat berkarya para romo SSCC (Hati Kudus Maria dan  Yesus) yang meneruskan karya St. Damien. Mereka menerima para peziarah yang ingin mendalami hidup santo Damien dan St. Marriane yang meninggal diantara orang Kusta di Molokai, Hawaii.

Comments are closed.
Translate »