Fransiskus Xaverius

Fransiskus Xaverius

Optimized-FXJuli lalu, di tengah kesibukan menghadiri Konferensi EMBS (Engineering in Medicine and Biology Society) di Jepang, saya menyempatkan diri mengunjungi Katedral St Mary of Tamatsukuri of Osaka. Di kapel kecil di sayap kiri Gereja, ada lukisan kaca yang menarik menggambarkan saudara saya St. Fransiskus Xaverius dan seorang pemuda Jepang bersimpuh di belakangnya dalam sikap hormat khas Jepang.

Hari berikutnya saya bercerita tentang kunjungan itu pada Pater Miguel Angel, misionaris Spanyol seperti juga Santo Fransiskus Xaverius, yang melayani Gereja Holy Family – Umeda. Dia pun berkisah pada saya:

Pemuda itu bernama Yajiro. Awalnya seperti Kisah Kejadian, dia melakukan dosa. Tidak tanggung-tanggung, dia membunuh istrinya dan seorang laki-laki yang diduga berselingkuh dengannya. Akibatnya dia pun harus lari menghindari keluarga korban yang hendak menuntut balas. Dia tidak mendapatkan mendapatkan ketenangan batin ketika bersembunyi di sebuah biara Buddha. Dalam usahanya lebih jauh melarikan diri keluar dari Jepang, dia menumpang di sebuah kapal Portugis. Sang kapten yang kemudian tahu kegelisahannya menyatakan bahwa dia masih punya harapan dalam Kristus, dan direkomendasikan olehnya untuk mencari Pater Fransiskus Xaverius di Malaka.

Selanjutnya adalah sejarah penebusan dan penciptaan ulang. Yajiro menulis kemudian bahwa saat Fransiskus pertama kali melihatnya, “wajahnya merekah dengan sukacita yang besar, dan aku tahu, Penyelenggaraan Ilahi telah mempertemukan kami berdua…. Sukacita besar juga memenuhi hatiku saat melihatnya. Sungguh, sedari saat aku melihatnya, aku sadari ada kerinduan suci memenuhi hatiku untuk melayaninya dan tak pernah meninggalkannya”. Setelah menjalani persiapan secukupnya, Yajiro pun dibaptis dan mengambil nama Paulus, misionaris besar pertama Gereja. Tahun 1549, Paulus Yajiro menjadi misionaris untuk bangsanya dengan menemani St Fransiskus Xaverius kembali ke Jepang untuk memulai pewartaan Injil.

Kita mengenal St. Fransiskus Xaverius sebagai misionaris besar Gereja yang pergi “ke ujung dunia” untuk mewartakan Injil. Yang mungkin kadang luput dari perhatian kita, banyak pribadi seperti Yajiro muncul menjadi “peran pembantu” yang tak kalah pentingnya. Dan betapa mendebarkan hati saya saat tahu: pengikut Kristus pertama dari Jepang adalah mantan pembunuh! Seperti Paulus, dia pun diubah dan menjadi pewarta kabar baik yang penuh semangat. Hati Allah yang berkobar membakar kedua hati itu, Fransiskus Xaverius dan Yajiro untuk berlayar ke Jepang dengan segala resikonya. Kini, kita masih dengar detak jantung Allah di Jepang. Debaran yang sama mungkin menyengat Anda dan menuntun Anda menjadi pewarta dalam konteks hidup sehari-hari Anda, jangan biarkan berhenti!

3 thoughts on “Fransiskus Xaverius

  1. Great story of Yajiro! It inspires me to spread the Gospel in any ways including using LubukHati. But, the most important one that God will use anybody to proclaim his message regardless what his or her background and past experiences. If God’s will and you are willing to, just do it and follow the fire of God’s love. Thanks for your story Fr. Ardi.

  2. Sering kita pada waktu diminta untuk melayani dalam komunitas atau dalam organisasi gereja lainnya mengatakan “aku tidak pantas, aku tidak bisa, aku tidak siap” dan berbagai alasan lainnya. Semoga kisah Yajiro ini membuka hati kita bahwa untuk melayani Tuhan kita tidak harus sempurna atau hebat dulu; justru di tengah2 kekurangan dan keterbatasan kita, Tuhan sendiri yang akan menyempurnakan. Terima kasih romo Ardi.

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate »