Hati Tak Bernoda Maria

Hati Tak Bernoda Maria

image1
2Tim 4:1-8
Lukas 2:41-51
Setelah perayaan untuk menghormati Hati Terkudus Yesus, Gereja merayakan hati tak bernoda Maria.
Rujukan devosional perayaan ini terletak pada hati Maria yang penuh kasih kepada Yesus dan kepada Allah. Rujukan berikutnya terletak pada hati Maria yang terbuka kepada belas kasih Allah sehingga memungkinkannya menjadi tempat yang layak bagi kelahiran Yesus. Sedangkan tujuan khusus devosi ini yakni merayakan iman akan kesatuan Allah dengan manusia yang terjadi melalui “Fiat” Maria terhadap tawaran kasih Allah itu.
Tanggapan Maria ketika disambut Elizabet di rumahnya memerlihatkan kerendahan hati, kasih dan imannya yang tangguh. Lukas 1:46 melukiskan suasana hati dan jiwa Maria: “Jiwaku memuliakan keagungan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah penyelamatku.”
Ketika Maria sudah melahirkan Sang Putra, Simeon bernubuat tentang sebilah pedang yang akan menusuk jiwanya. Saat itu Maria mulai merenungkan nasib yang akan menimpa anaknya itu.
Kemudian di kaki salib, Maria harus menyaksikan sendiri anaknya menderita dan ditolak dengan siksaan terberat oleh para algojo, bermahkota duri, dipaku, digantung dan wafat.
Kayu salib adalah tempat siksaan tiara tara yang harus diterima orang-orang berdosa. Betapa teriris hati sang ibu melihat anaknya yang tanpa dosa dan salah diperlakukan sekejam itu.
Lukas menyebut Maria sebagai wanita yang menyimpan semua itu di dalam hati dan merenungkannya. Kekuatan Maria sebagai wanita yang mampu menyimpan misteri-misteri iman dalam hidupnya, dan merenungkannya terjadi karena “kuasa Allah yang maha tinggi menaunginya.”
Merenungkan hati tak bernoda Maria membawa kita untuk belajar dari ketangguhannya dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup.
Pertama, Maria mengajarkan agar kepada kita agar selalu melihat hidup kita dalam terang penyelenggaraan Ilahi. Hati dan jiwa yang terikat pada Allah menjadi sumber kegembiraan dan sukacita sejati.
Kedua, Maria mengajarkan kepada kita tentang bagaimana berhadapan dengan persoalan-persoalan berat dalam hidup. Ada kontradiksi-kontradiksi dalam hidup ini yang sifatnya sangat eksistensial. Bagaimana melampaui kontradiksi-kontradiksi ini? Di kaki salib, Maria tidak membiarkan Yesus sendirian. Maria bukan hanya pasrah atas nasib anaknya. Ia aktif mengikuti jalan salib dan memberi dukungan bagi Yesus. Yesus yang menderita dan tersalib menyiksa hati dan jiwanya, tapi di saat yang sama, Yesus adalah jawaban semua misteri hidup ini. Kematian-Nya di salib dan kebangkitan-Nya membawa hidup baru dan keselamatan bagi jiwa-jiwa yang beriman dan taat kepada-Nya.
Comments are closed.
Translate ยป