Berkat melalui Sabda Bahagia Yesus
Senin, 06 Juni 2016
Hari Biasa Pekan X
Bacaan injil hari ini tentang Delapan Sabda Bahagia Yesus yang tidak asing bagi telinga kita. Kenapa disebut Sabda bahagia? Karena ajaranYesus ini menjadi pedoman dan penuntun hidup kita menuju kebahagian yang dijanjikan oleh Yesus sendiri.
Kalau kita membaca secara perlahan dan merenungkan lebih mendalam, kita dapat menemukan kekuatan dan kedasyatan ajaran Yesus ini.
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Yesus mengajak kita untuk menggantungkan seluruh hidup kita kepada Dia, dan bukan pada harta duniawi. Dalam segala perkara kita mengandalkan Tuhan dan tidak pada kekuatan manuasia kita.
“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur”. Kita semua adalah orang yang tidak sempurna dihadapan Tuhan. Ketika kita menyadari bahwa kita sungguh hidup jauh dari ajaranNya dan mau kembali kepadaNYA, Tuhan selalu meneguhkan dan menguatkan kita untuk kembali ke jalanNya. TanganNya selalu terbuka untuk kita.
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Semangat lemah lembut mengajak kita untuk terus memupuk semangaat bela rasa dalam relasi kita dengan sesama kita. Dengan semangat bela rasa ini kita ditantang untuk tidak begitu cepat untuk menghakimi orang lain tetapi sebaliknya terbuka untuk mau mendengarkan apa yang menjadi kesulitan atau tantangan mereka.
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”. Lapar dan haus akan sesuatu yang baik menantang kita untuk berusaha extara untuk mendapat kebaikan itu. Demikian pun memperjuangkan kebenaran sejati, kita dituntut pertama-tama mengasah diri kita untuk berbuat yang baik dan benar. Dengan melakukan hal ini, sebenarnya kita membuka dan membiarkan diri kita berada dalam kuasa kebenaran Yesus sendiri. Kalau Yesus sungguh menjadi tolak ukur kita, perjuangan untuk menegakan keberan menjadi sesuatu yang tidak membuat kita takut dan menyerah.
“Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Ketika hidup kita bergantung pada kerahiman Tuhan dan tahu bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan dan kebahagiaan kita maka kita menyadari akan pentingnya mau berbagi dengan orang lain. Betapa pentingnya mau memaafkan kesahalan yang telah dilakukan orang lain kepada kita. Semakain kita memberi dan mau berbagi kasih semakin banyak pula kita menerima rahmat itu dari Tuhan sendiri.
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”. Ketika hati kita jauh dari Tuhan, sebenarnya hati kita itu sedang terluka . hati kita sedang tidak utuh, hati kita terpecah dan tak tersambung. Dengan menyadari bahwa kita tidak utuh, disanalah kita berusaha untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan. Dalam usaha untuk mencapai kekudusan kita melihat Tuhan pun sungguh mau menyucikan diri kita melalui orang-orang disekitar kita.
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Menjadi pembawa damai, kita dimimta untuk membangun relasi yang lebih erat dengan Yesus karena ketika kita menghadapi konflik kita perlu belajar dari yesus sendiri bagaimana mengatasi persoalan. tersebut. Kedamaiann hanya ditemukan dalam kasih, keadian dan kebenaran yang dilakukan oleh anak-anak Aallah.
“Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya.” Ketika kita hidup seperti Kristus, kita siap untuk dicela, difitnah bahkan dianiaya. Mengapa demikian karena kita hidup berlawanan dengan kehendak dunia. Orang-orang dunia mau agar kita hidup sesuai apa yang mereka kehendaki. Adalah sebuah berkat bagi kita kalau kita mengalami hal ini karena dengan demikian kita tahu pasti bahwa kita sungguh hidup sesuai dengan sabda bahagia Yesus.