Tuhan Tidak Tidur
Selasa 14 Januari 2014
Bacaan I : 1 Samuel 1:9-20
Injil : Markus 1: 21b-28
Tuhan Tidak Tidur
Para leluhur kita mengatakan bahwa “Gusti Ora Sare” Tuhan tidak tidur. Tuhan selalu berjaga dan ada selalu beserta kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita barang sejenak. Ia bahkan menemani kita saat kita mengalami kesulitan, penderitaan, dan juga kekelaman hidup. Benarkah demikian? Kalau demikian mengapa banyak orang menderita dan banyak orang mengalami kesusahan dalam hidupnya? Di manakah Tuhan? inilah pertanyaan sulit yang sering kali ditanyakan banyak orang yang sedang kalut. Memang kehadiran Tuhan sering kali tidak terasa karena Ia pun jukut menderita bersama kita sehingga kehadiranNya menjadi samar. Dietrich Bonhoever, seorang teolog Protestan yang digantung oleh Nazi Jerman mengatakan bahwa Tuhan ikut menderita bersama-sama kita saat kita mengalami penderitaan. Tuhan selalu berjalan bersama kita. Ia pun juga ikut merasakan apa yang kita rasakan.
Gambaran inilah yang kita lihat dalam bacaan pertama di mana Tuhan mendengarkan Hana yang memohon kepadaNya untuk diberi seorang anak dan Tuhan mengabulkan apa yang Hana minta. Ia memberi Hana seorang anak dan ia menenami anak itu Samuel, artinya “Aku telah memintanya dari Tuhan”. Hana adalah gambaran nyata seorang pribadi yang mengalami belas kasih Allah. kalau kita memohon dengan segenap hati maka Tuhan akan memberikannya kepada kita, meskipun terkadang pemberian Allah tidak sesuai dengan apa yang kita minta. Namun percayalah bahwa Allah tidak tidur. Ia ada selalu bersama kita dan ikut merasakan apa yang kita alami.
2 thoughts on “Tuhan Tidak Tidur”
Romo Sulis, selamat berjumpa kembali demgam renungannya untuk bekal kami setiap hari dan terima kasih atas jerih payah Romo yang masih bsia meluangkan waktunya yang sudah sangat padat untuk mengisi renungan di lubuk hati.
Trima kasih Bu Lany, maaf baru bisa membalas sapaan-nya. Sekali lagi trima kasih, dan puji Tuhan bila renungannya membantu Ibu.
Comments are closed.