Pilihanku: mewartakan kebenaran
Kamis , 24 September 2020
Pekan Minggu Biasa XXV
Bacaan Luk 9:7-9
Pilihanku: mewartakan kebenaran
Orang benar selalu melakukan sesuatu dengan jujur tanpa ada ada kecurangan dalam
hatinya karena segala perbuatannya sungguh berasal dari hati yang tenteram dan tanpa
ada kebohongan. Hati yang tenteram dan damai selalu membawa aura positif bagi orang
lain. Sebaliknya hati yang penuh kepalsuan dan selalu iri, dengki membuat orang tidak
tenang dalam hidupnya. Segala sesuatu selalu dilihat sebagai persaingan dan perlu
dihabisi. Hidup orang ini penuh dengan kecurigaan dan selalu negatif terhadap orang
lain. Singkatnya hidup orang ini penuh dengan kepalsuhan dan selalu dalam kecemasan
tanpa alasan.
Contoh sikap hidup penuh kepalsuan dapat kita temukan dalam bacaan hari ini. Herodes
adalah pribadi yang selalu merasa tidak nyaman akan keadaan dirinya. Kecemasan yang
kuat dalam hatinya menunjukan adanya ketidak-beresan dalam dirinya. Dan itu benar,
kecongkakan hatinya, menumpulkan hati nuraninya. Hati nurani yang tumpul membuat
Herodes semena-mena membungkam kebenaran yang di wartakan oleh Yohanes. (kasus
Herodes memperisterikan Herodes, isteri saudaranya) Hanya karena kesenangan pribadi,
status dan kekuasaaan, Herodes menolak kebenaran yang diungkapkan oleh Yohanes. .
Hari-kari ini kebenaran sejati sulit untuk disuarakan, aapalagi berurusan dengan
penguasa. Penyuara kebenaran menjadi mandul karena selalu diancam oleh merekamereka yang merasa terancam. Sesungguhnya kebenaran harus dikembangkan, akan
tetapi dalam kenyataan malah sebaliknya dimanipulasi demi kepentingan pribada atau
kelompok.
Menjadi pengikut Yesus, tugas kita sesungguhnya mengedepankan kebenaran, dan
keadilan. Tugas ini menuntut suatu ketekunan yang luar biasa karena kebenaran sejati
sesungguhnya menjadi momok bagi mereka yang tidak jujur dan terbuka. Banyak
Herodes-herodes ada ditengah kita yang siap untuk membungkam kita.
Sebagai pengikut Yesus kita tidak perlu takut dalam menyuarakan kebenaran. Yesus
telah menunjukan contoh yang komplit kepada kita bagaimanakita menyuarakan
kebenaran itu. Menyuarakan kebenaran itu mahal harganya, Nyawa bisa jadi taruhannya.
Kendati demikian, kita tidak perlu pesimis. Yesus Tuhan kita tetap setia membantu kita,
Mari kita terus bertekun untuk menyuarakan kebenaran dalam lingkungan dimana kita
berada,. Mulailah hal kecil dan sederhana dari rumah.
Kebenaran tetap kebenaran yang harus diwartakan. Menyuarakan kebenaran atau tidak
itu pilihan kita.