MELIHAT TANDA DAN PERCAYA

MELIHAT TANDA DAN PERCAYA

Jumat, 22 Oktober 2021



Lukas 12:54-59

Yesus menyampaikan pernyatakan kepada para murid-Nya untuk hidup dalam damai dengan semua orang. Mengapa pesan ini perlu disampaikan? Karena pada hakekatnya damai sejahtera adalah salah satu tanda Kerajaaan Allah hadir atau datang di bumi. Damai inilah yang dibawa oleh Yesus untuk dianugerahkan kepada mereka yang setia kepada-Nya.  “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.” (Yoh 14:27). Tanda kehadiran Allah secara nyata adalah damai sejahtera yang ada di dalam hati seseorang.

Dengan demikian, Damai Sejahtera menjadi tanda Kerajaan Allah hadir di antara manusia. Walaupun seseorang memiliki segala-galanya dan bisa melakukan apa saja yang diingikan namun jika damai sejahtera tidak ada di dalam hatinya, maka Kristus belum hadir dan Kerajaan Allah masih ada di luar dirinya. Oleh karena itu, yang penting diusahakan adalah menata hidup dari dalam (hati), arti memberi ruang dan tempat bagi Allah Tritunggal Maha Kudus agar Damai-Nya memenuhi dirinya, sehingga hidup yang dijalani akan berjalan dengan baik, tenang dan penuh suka cita. Dengan hadirnya Damai Kristus di hati seseorang, maka sesorang akan mengusahakan selalu hidup damai dengan sesamanya. “Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.”(Luk 12: 58).

Usaha untuk menghadirkan Damai Sejahtera tidak bisa dilepaskan dengan menjalin relasi dengan Yesus Kristus. Sebab di dalam Kristus seseorang  mendapatkan tanda dan bukti yang nyata ; hadirnya Kerajaan Allah. Dia telah hadir dalam sejarah hidup manusia, agar menjadi nyata dan jelas bagi manusia bahwa Allah benar-benar hadir, mengasihi, memberikan damai dan keselamatan bagi umat manusia, Dia adalah Sang Imanuel, Allah yang selalu menyertai manusia. “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita.”(Mat 1: 23).

Rm. Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »